TI Bali Unjuk Kekuatan Diikuti 1.500 Atlet, Beberapa di Antaranya dari Badung

0
549
Latihan bersama taekwondoin seluruh Bali. (FOTO: ist)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Bali hasil Musprovlub, Minggu 12 Januari 2020 menghelat latihan bersama di Taman Kota Lumintang, Denpasar.

Hebatnya, ada 14 dojang dari Badung mengirimkan atletnya ke latihan bersama itu, padahal Badung adalah satu dari dua Pengkab TI di Bali yang berseberangan dengan kubu yang menggelar Musprovlub belum lama ini.

Ketua Umum Pengprov TI Bali hasil Musprovlub, I Gede Putu Bimantara Putra mengatakan jika taekwondo Bali di bawahnya tetap solid. Hal itu dibuktikan dengan terlibatnya 1.500 taekwondoin putra dan putri dari tujuh Pengkab dan Pengkot TI di Bali, termasuk dojang-dojang di bawahnya berlatih bersama.

Bimantara yang juga seorang lawyer ini, mengatakan ada 30 dojang mengirim taekwondoinnya berlatih bersama, 14 dojang di antaranya berasal dari Badung. Padahal, Badung dan Buleleng tidak termasuk dalam kubu yang menghendaki Musprovlub TI Bali, dimana dirinya akhirnya terpilih sebagai ketua umum.

 “Ini bukti jika kami tetap solid dan memang riil ada di Bali. Saya sebagai Ketua Umum TI Bali terpilih dalam Musprovlub lalu, bersama dengan tujuh pengkab dan pengkot memang selalu konsisten untuk melakukan pembinaan dan mengejar prestasi,” kata Bimantara usai membuka latihan bersama tersebut.

Dan latihan bersama itu juga tujuannya untuk menyatukan persaudaraan, mensolidkan semua taekwondoin, pelatih dan pengurus untuk selalu membesarkan olahraga taekwondo baik di Bali atau di Indonesia.

“Kami memang murni kalangan taekwondo yang cinta taekwondo. Kami ada dan selalu menepati janji untuk membuat taekwondo Bali besar dan berprestasi. Kegiatan-kegiatan tetap kami lakukan seperti sebelum-sebelumnya, sebagai bentuk riil dari tugas kami tadi. Bagi kami tugas itu adalah lebih penting dibanding hanya omong besar saja,” terang Bimantara Putra.

Dalam kesempatan itu, Bimantara juga menyematkan sabuk hitam kepada Sabeumning Ade Iwan Setiawan, yang sempat diberikan skorsing saat mendampingi tim taekwondo pelajar Bali di Popnas lalu sebagai bentuk skorsing dicabut.

“Kami akan terus menggelar agenda-genda kegiatan seperti ini ke depannya, termasuk membuat kejuaraan-kejuaraan, agar pembinaan taekwondoin terutama anak-anak tetap berjalan bagus. Kasihan taekwondoin muda jika tidak ada agenda seperti ini,” pungkas Bimantara.(rup)