KONI Bali: Keperluan Mengikuti PON XX Diperkirakan Mencapai Rp 39 Miliar

0
82
Ketut Suwandi

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Kian dekatnya hajatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua, pihak KONI Bali mulai memrediksi keperluan dana mengikuti hajatan tersebut. Dari dana Rp 50 miliar yang dialokasikan oleh Pemprov Bali tahun ini, KONI Bali mengestimasi Rp 39 miliar digunakan untuk persiapan sampai kiprah di PON XX/2020 papua.

Sedangkan Rp 11 miliar lainnya bakal dipergunakan untuk kebutuhan rutin KONI Bali, seperti dana pembinaan cabor serta operasional sekretariat KONI Bali.

“Ini hanya estimasi sementara saja dan belum detil serta masih sifatnya estimasi umum. Dari dana Rp 50 miliar itu setidaknya untuk operasional KONI Bali dan kebutuhan lainnya, termasuk untuk dana peralatan cabang olahraga (cabor) mencapai Rp 10 miliar,” tutur Ketua Umum KONI Bali, Ketut Suwandi, Senin (6/1/2020) di ruang kerjanya.

Sedangkan untuk Rp 1 miliar lagi, kata Suwandi, itu maksimal untuk bonus para atlet Bali yang meraih medali di SEA Games Filipina lalu. Dengan demikian hanya sisa Rp 39 miliar untuk persiapan dan berlaga di PON Papua nantinya.

“Sekali lagi itu estimasi saja yang sifatnya bisa berubah saat nanti kami lakukan perhitungan secara matematis dan detil. Apalagi nantinya juga akan ada perubahan nilai nominal, karena tergantung juga kuota atlet yang dikirim nantinya ke PON Papua,” tambah mantan Ketua KONI Badung itu.

Ditambahkan Suwandi, dana Rp 39 miliar tadi jelas juga di dalamnya untuk kebutuhan try out maupun try in atlet dan cabor yang lolos PON nantinya. Pasalnya, tidak mungkin saat persiapan PON tidak akan ada try out atau try in.

“Pastinya untuk mengukur perkembangan kualitas fisik dan teknik atlet menghadapi PON memang wajib mengikuti atau melakukan try out atau try ini, apakah dalam bentuk mengikuti kejuaraan nasional (kejurnas) atau sparring partner di dalam maupun di luar Bali,” tegas Suwandi.

Hal itu dianggapnya penting, karena setiap perkembangan kualitas atlet bisa diukur di try out atau try in itu. “Kalau soal berapa jumlah atlet yang dikirim, nanti baru kami tentukan dan kami rilis secara detil jumlahnya setelah digodok di KONI Bali siapa atlet yang layak dikirim ke PON Papua dengan sasaran medali,” pungkas Suwandi.(rup)