Soal Pengiriman Atlet ke PON, KONI Bali Akan Klarifikasi ke Cabor

0
88
Ketut Suwandi

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS Terkait pengiriman atlet yang telah lolos PON XX/2020 Papua, KONI Bali akan memanggil pengprov masing-masing cabor untuk memberikan klarifikasi terkait realisasi medali yang akan didapat jika mereka dikirim.

Klarifikasi diperlukan karena KONI Bali sejak jauh hari sudah mengisyaratkan hanya akan mengirim atlet yang berpotensi meraih medali di PON Papua.

“Untuk itu kejujuran pengprov cabor menyampaikan peluang atletnya untuk meraih medali agar disampaikan secara gamblang saat dipanggil KONI Bali nantinya,” ucap Ketua Umum KONI Bali, Ketut Suwandi, Jumat (3/1/2019).

Mantan Ketum KONI Badung itu melanjutkan, KONI Bali akan bicara langsung ke seluruh pengprov cabor sebelum memutuskan kuota atlet di masing-masing cabor. Sehingga akan diketahui secara pasti, kondisi riil atlet yang lolos PON.

Kata Suwandi, satu persatu cabor akan diklarifikasi secara mendetail bagaimana peluang atlet per nomor/kategori yang telah lolos PON. Termasuk bagaimana sistem Pra-PONnya sampai bisa meraih tiket PON Papua.

“Ita akan dibicarakan dengan cabornya secara spesifik dikomando Binpres KONI Bali Nyoman Yamadhiputra, langsung berbicara apakah harus dikirim semua atletnya yang lolos PON. Bagaimana jaminan meraih medali dan soal target per atletnya. Digeber secara tuntas, termasuk siapa saja pesaingnya, dan track record prestasi selama ini. Ini jelas penting bagi KONI Bali,” beber Suwandi.

Kemudian ia menyontohkan, satu cabor misalnya meloloskan 8 orang atlet, apakah semuanya dikirim ke PON Papua. Artinya, kata dia, jika dikirim semua, dapat tidak medali semuanya. Kalau dari mengirim 8 atlet hanya dapat 2-3 emas, menurut Suwandi itu masih sangat wajar.

“Tapi jika ngotot dikirim tapi tidak jaminan mempersembahkan medali emas, jelas akan dipertimbangkan untuk tidak dikirim. Ini semua dalam upaya untuk melangkah lebih maju lagi agar bisa fokus membina atlet yang benar-benar akan mewujudkan medali. Jadi, banyak menjadi indikator diberangkatkan ke PON Papua,” imbuhnya.

Ia juga menyontohkan, misalnya, sejauhmana prestasinya di event Kejurnas, event terbuka dan kejuaraan lain di tingkat nasional. Yang paling penting yakni soal sistem lolos PON. Apakah masuk hitungan wilayah rayon, rayon terbagi menjadi beberapa wilayah. Sebab, bisa saja atlet lolos PON masuk peringkat 5 di satu wilayah rayon. Dan, pembagian rayon dalam kualifikasi tersebut yakni sebanyak 5 wilayah.

Artinya, jelas peluang meraih medali di PON Papua sangat kecil. Bayangkan saja lolos PON peringkat 5 di satu wilayah. Belum nantinya harus bertanding dengan atlet dari wilayah lainnya di PON Papua.

“Ayo duduk bersama mencari solusi, bukan tidak menghargai jerih payah semuanya, ini memang berat sejak awal. Makanya kita akan klarifikasi betul pengprov cabor masing-masing,” tegas Suwandi. Sebelumnya cabor tarung derajat dan tinju ngotot semua atlet yang lolos PON dikirim. Bagi cabor tersebut lolos PON saja merupakan hal yang tidak mudah. Pihaknya berharap perjuangan atletnya agar dihargai daerah, dalam hal ini dengan jalan mengirim ke PON Papua, bukan malah memotongnya setelah mengantongi tiket PON Papua.(rup)