Manajemen Bali United Diminta Setor Proposal untuk Pengelolaan Stadion Ngurah Rai

0
1357
I Gusti Ngurah Adnyana

Denpasar, PERSPECTIVESNEWSManajemen Bali United diminta oleh KONI Bali segera menyerahkan proposal terkait rencana pemakaian Stadion Ngurah Rai Denpasar. Sebab, stadion tertua di Bali itu saat ini masih di bawah pengelolaan KONI Bali.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu muncul keinginan manajemen Serdadu Tridatu untuk menggunakan Stadion Ngurah Rai Denpasar sebagai home base selama Bali United mengarungi Liga 1. Manajemen juga hendak merenovasi apa yang kurang dari stadion tersebut agar memenuhi standar.

Pindah home base dilakukan manajemen Bali United lantaran Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, yang bakal menjadi salah satu venue gelaran Piala Dunia U-20 pada tahun 2021, segera dilakukan renovasi dan perbaikan sehingga tidak bisa digunakan sebagai venue Bali United.

“Proposal itu masih kami tunggu, sebab bagaimanapun juga KONI Bali wajib mengetahuinya. Karena penggunaan Stadion Ngurah Rai di bawah tanggung jawab KONI Bali,” ucap Ketua Bidang Mobilisasi Sumber Daya KONI Bali, I Gusti Ngurah Adnyana di Denpasar, Kamis (2/1/2020).

Kata Ngurah Adnyana, KONI Bali memang milik Pemerintah Provinsi Bali. Namun KONI Bali yang bertugas soal penggunaannya. “Makanya kami tunggu proposal resminya. Apa yang akan dibuat, rancangan proses pembangunannya harus jelas. Renovasi atau pembangunan sampai dimana saja. Itu harus kami ketahui sejak awal,” terang Ngurah Adnyana.

Dengan begitu, lanjut Ngurah Adnyana, di awal ada bukti rencana kerja karena bagaimanapun juga KONI Bali bertanggung jawab soal penggunaan Stadion Ngurah Rai. Soal penggunaan stadion itu, KONI Bali tetap menyambut positif. Apalagi yang yang dia ketahui ruang wasit steril, tempat pemain juga steril. Artinya standarnya harus dipenuhi dengan baik.

“Termasuk nanti jika seandainya stadion mau steril sepenuhnya apakah setuju atau bagaimana. Sebab, Stadion Ngurah Rai itu sejak awak masih tetap dimanfaatkan untuk amatir. Misalnya, untuk pelaksanaan dipakai Liga 2 dan Liga 3,” kata dia.

Ngurah Adnyana mengatakan, stadion di pusat Kota Denpasar itu juga dipergunakan atlet PON dan masyarakat umum. Istilahnya dimanfaatkan untuk multi purpose lapangan serbaguna atau multi fungsi.

Hal lain yang perlu ditekankan, lanjutnya, yakni  termasuk soal parker nantinya, meskipun pertandingan di Liga 1 tidak rutin setiap hari. Yang jelas penggunaan stadion harus jelas di awal.

“Apalagi menurut informasi lapangan ini akan digunakan sebagai lapangan pendamping untuk Piala Dunia tahun 2021 nanti. Digunakan sejumlah negara untuk latihan. Ini harus jelas kami ketahui,” demikian I Gusti Ngurah Adnyana.(rup)