Satu Dasawarsa, Bandara I Gusti Ngurah Rai Layani 175 Juta Penumpang

0
113
Wisatawan pertama tiba di Bali tahun 2020 mendapat kalungan bunga di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Mangupura, PERSPECTIVESNEWS Selama satu dasawarsa (2010-2019) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali telah melayani 175 juta penumpang yang diangkut oleh 1,27 juta pesawat udara.

“Ini menjadi indikator Bali merupakan destinasi wisata dunia yang semakin memancarkan sinarnya, serta bukti bahwa pelayanan bandara sesuai dengan harapan para pengguna jasa,” ucap General Manager Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Herry A.Y. Sikado saat malam pergantian tahun di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Rabu (1/1/2020) dini hari.

Meski telah melayani 175 penumpang dengan perkembangan setiap tahunnya bertumbuh, namun kata Herry pihaknya tak akan pernah puas untuk terus menerus melakukan inovasi, perbaikan, serta peningkatan layanan demi tercapainya kepuasan pelanggan.

Sebagaimana lazim setiap pergantian tahun, Manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mengadakan acara penyambutan khusus bagi penumpang.

Dalam acara yang digelar mulai Selasa (31/12/2019) malam, para penumpang terakhir yang meninggalkan Bali di tahun 2019 serta para penumpang pertama yang menjejakkan kaki di Pulau Dewata ini disambut meriah dengan seremoni khusus.

Penumpang pesawat Qatar Airways dengan nomor penerbangan QR961 yang meninggalkan Bali menuju Doha tepat di penghujung tahun 2019 dilepas langsung oleh Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I (Persero), Devy Suradji, beserta GM Herry A.Y. Sikado, dan tamu undangan dari instansi komunitas bandara dengan pengalungan syal serta pemberian suvenir.

Selain pelepasan penumpang terakhir di tahun 2019, penumpang yang datang menginjakkan kaki di Bali pertama di tahun 2020 pun tak luput dari sambutan hangat. Tarian dan iringan gamelan Bali menyambut para penumpang yang baru mendarat, juga mendapatkan sambutan kalungan untaian bunga serta suvenir.

“Bandara kami merupakan pintu gerbang utama para wisatawan dunia yang hendak menuju Bali. Di sinilah pertama kali mereka menjejakkan kaki begitu tiba. Impresi pertama ini yang kami sajikan, terutama dengan momen spesial pergantian tahun. Sambutan bernafas budaya Bali yang kental kami hadirkan untuk melepas dan menyambut penumpang di penghujung 2019 dan awal 2020 ini,” ujar Herry.

Wisatawan terakhir meninggalkan Bali tahun 2019 berpose bersama pihak Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Selasa (31/12/2019) malam.

Herry menjelaskan impresi pertama ini turut membantu dalam meningkatkan gairah wisatawan yang baru tiba. “Iringan gamelan dan tarian Bali ini masyhur ke seluruh dunia. Magisnya telah terbukti dalam menyihir para wisatawan untuk datang ke Bali. Wisatawan yang duduk di pesawat selama berjam-jam ini begitu tiba langsung kami sambut dengan mood booster ini,” lanjutnya.

Irina, seorang penumpang yang berangkat meninggalkan Bali, menyatakan terkesan dengan sambutan ini. “Sangat senang dengan sambutan yang diberikan oleh Bali Airport sebelum terbang. Pastinya akan menjadi momen yang sangat membekas,” ujarnya.

Sedangkan David, salah seorang penumpang yang pertama kali tiba di Bali di tahun 2020 ini mengaku senang dengan sambutan yang diberikan. “Wow, baru pertama kali ini saya menjadi salah satu penumpang pertama di tahun baru. Sambutannya juga cukup unik, bunga khas Bali dan suvenir,” ucapnya sumringah.

Selama 2019, Bandara I Gusti Ngurah Rai berhasil mempertahankan capaian tahun 2018. Hingga bulan November 2019, tercatat sebanyak 22 juta penumpang dan 148 ribu pergerakan pesawat udara tercatat keluar masuk Bali melalui bandar udara. Sedangkan di periode yang sama tahun 2018 tercatat melayani sebanyak 21,7 juta penumpang dan 148 ribu kapal udara.

Dengan masih berjalannya pencatatan di bulan Desember 2019, tidak menutup kemungkinan terdapat kenaikan pencatatan jumlah penumpang dan kapal udara secara perbandingan tahun 2018 dan 2019 secara keseluruhan.

Herry menjelaskan, 10 tahun ke belakang minus pencatatan tahun 2019 yang masih berjalan, tercatat tahun 2018 menjadi puncak pergerakan penumpang dan pesawat udara dengan catatan 23,78 juta penumpang dan 162 ribu pergerakan pesawat udara.

Selama satu dasawarsa ini pula, pertumbuhan rata-rata tahunan tercatat sebesar 10 persen untuk pergerakan penumpang serta 9 persen untuk pergerakan pesawat udara.

“Jika dirata-rata tercatat setiap tahun terdapat 17,5 juta penumpang dan 127 ribu pergerakan pesawat udara yang dilayani Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai,” demikian Herry.(ari)