Tujuh Ketua Pengkab Bentuk Presidium, Buntut Mosi Tidak Percaya kepada Plh. Ketum TI Bali

0
1205
Presidium Pengprov TI Bali. (FOTO: ist)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Setelah menyatakan mosi tidak percaya (MTP) terhadap Plh. Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Bali I Ketut Sugiartha, tujuh Ketua Pengkab TI yaitu Pengkab Karangasem, Klungkung, Gianyar, Bangli, Denpasar, Tabanan dan Jembrana membentuk Presidium Pengprov TI Bali, Kamis (26/12/2019).

Saat deklarasi ditetapkan pimpinan Presidium Pengprov TI Bali terdiri dari tiga Ketua Pengkab, yaitu Ketua Pengkab TI Karangasem, Ketua Pengkab TI Bangli dan Ketua Pengkot TI Denpasar untuk menjalankan roda organisasi.  

I Gede Putu Bimantara Putra, SH selaku Ketua Presidium I, mengatakan pembentukan Presidium Pengprov TI Bali ini karena Plh. I Ketut Sugiartha sudah tidak dapat melakukan tugasnya sebagai Plh Ketua Umum Pengprov TI Bali.

“Bayangkan saja, sejak bulan Oktober sampai detik ini Ketua Plh. Ketum Pengprov TI Bali tidak bisa diajak berkomunikasi oleh semua Pengkab baik melalui telepon ataupun grup WA yang dibuat oleh Pengprov. Jangankan menjalankan roda organisasi, untuk berkomunikasi saja kita sudah tidak bisa sama sekali. Tiba-tiba ada Muskotlub yang tidak sesuai AD/ART yang dijalankan oleh seorang ketua harian, yang memicu terjadinya konflik organisasi,” ucap Bimantara.

Semua itu, lanjut dia, pertanda Pengprov TI Bali sudah lumpuh dan tidak berfungsi karena Plh ketumnya sudah tidak bisa menjalankan organisasi yang harusnya menjadi tanggung jawabnya.

Presidium II dr. Laksmi Duarsa, SpKK juga menyoroti bahwa Plh. Ketum Pengprov TI Bali, I Ketut Sugiartha banyak melanggar ketentuan karena Pengprov TI Bali sudah tidak dijalankan oleh dirinya, melainkan oleh seorang ketua harian yang banyak melanggar aturan dan berstatement di media massa menyerang lembaga lain seperti menyatakan Dispora salah pilih tim Popnas padahal tim Popnas tahun ini adalah yang terbaik yang pernah ada sampai memperoleh medali emas.

Sedangkan Presidium III Pengprov TI Bali I Ketut Bakuh, SH. MH menyatakan bahwa pembentukan Presidium Pengprov ini bersifat darurat karena seseorang yang diberikan mandat oleh PBTI tidak menjalankan tugasnya dan tidak dapat dihubungi.

“Jangankan kami para Ketua Pengkab, bahkan Sekum KONI Bali sekalipun tidak dapat menghadirkan seorang Plh. Ketua Umum Pengprov TI Bali untuk diajak membahas persoalan. Kalau KONI Bali saja diabaikan, bagaimana mau menjalankan roda organisasi yang benar?,” ujarnya. 

Ia menilai keadaan ini sudah benar-benar sangat genting dan mengancam kelangsungan jalannya organisasi. “WA kami tidak pernah dibalas dan telepon kami sebagai ketua pengkab tidak pernah diangkat, siapa yang berani menjamin Ketua Plh Ketua Umum Pengprov TI Bali ini masih hidup atau mati, karena sejak Oktober lalu seperti tertelan bumi?,” imbuhnya.

Atas pertimbangan penyelamatan organisasi dan anggota TI di Bali, sehingga organisasi tidak dijalankan oleh mereka untuk kepentingan pribadi, maka Presidium Pengprov TI Bali ini dibentuk agar dapat mengadakan Musprov/Musprovlub pada bulan Januari 2020.(rup)