Tujuh Perwakilan Pengurus TI di Bali “Serbu” KONI

0
766
Perwakilan dari tujuh Pengkab TI se-Bali yang mendatangi KONI Bali untuk menyampaikan mosi tak percaya terhadap Plh Ketum TI Bali. (foto: ist)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Tujuh Pengkab Taekwondo Indonesia (TI) di Bali benar-benar serius menyikapi apa yang mereka sebut sebagai ketidak beresan di tubuh Pengprov TI Bali. Mereka ramai-ramai mendatangi KONI Bali untuk menyampaikan mosi tidak percaya atas kepemimpinan Plh Ketum TI Bali, Senin (23/12/2019).

“Dari tujuh yang hadir itu, minus Pengkab TI Buleleng dan Badung. Mereka menyampaikan Mosi Tak Percaya (MTP) kepada Plh yang saat ini menjadi Ketua Umum TI Bali. Prinsip kami selaku KONI Bali, kami menerima siapapun yang datang, informasi yang kami dapat tentu dipelajari terlebih dahulu,” ungkap Ketua Umum KONI Bali, I Ketut Suwandi dikonfirmasi terkait kedatangan tujuh perwakilan Pengkab TI se-Bali itu.

Suwandi mengatakan, setelah pihaknya mempelajari kasus ini, KONI Bali pun segera memanggil Plh TI Bali, I Ketut Sugiartha bahwa ada masukan ke KONI Bali terkait MTP kepada dirinya.

“Ini masalah internal dari Taekwondo Indonesia Bali. Jadi jangan berpikir bahwa orang luar dari insan taekwondo itu bisa menyelesaikan apa yang terjadi kini. Tapi, saya selaku Ketua Umum KONI Bali sangat berharap tidak ingin ada kekisruhan yang terus menerus yang dapat mengganggu proses pembinaan atlet taekwondo di Bali,” beber Suwandi.

Mantan Ketua KONI Badung itu juga menitip pesan agar pengurus menjadi contoh yang baik kepada atletnya. Jangan sampai, selama ini menggembar gemborkan soal prestasi dan juga pembentukan karakter, tapi malah pengurus itu sendiri tidak memberikan contoh yang baik.

“Harus ada rasa malu, kenapa organisasi lain tidak ada seperti ini. Introspeksi diri dan selesaikan masalah dengan duduk bersama. Jangan ada anggapan, berbeda adalah musuh,” tandas Suwandi yang sudah dua kali menjabat Ketum KONI Bali itu. Mosi Tak Percaya kepada Plh Ketum TI Bali ini dilakukan oleh beberapa Pengkab/Pengkot TI di Bali karena, Plh menyetujui adanya Muskotlub TI Denpasar belum lama ini. Padahal, Pengkot TI Denpasar sendiri sudah ada kepengurusan yang sah, bahkan diakui oleh KONI Denpasar. Oleh karena itu, tindakan Plh tersebut dikhawatirkan akan terjadi di kabupaten lainnya.(rup)