Turnamen Catur Maranatha Cup XIII Dihelat Tahun Depan Pertandingkan 2 Kategori

0
586
Fredrik Billy (nomor 2 dari kanan) bersama panitia Turnamen Catur Maranatha Cup XIII lainnya.

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Setelah sempat tertunda, Turnamen Catur GPIB Maranatha Cup XIII akhirnya digelar pada tanggal 11 sampai 15 Februari 2020. Pada turnamen ini dipertandingkan dua kategori, yakni catur cepat dan catur standar dengan sistem swiss 9 babak.

Penanggung jawab turnamen, Fredrik Billy kepada wartawan di Denpasar, Jumat (20/12/2019) mengatakan, untuk meningkatkan gengsi turnamen ini pihaknya akan menghadirkan seorang pecatur bergelar grand mastar asal Indonesia, yakni Susanto Megaranto.

“Selain Susanto Megaranto, rencananya kami undang juga pecatur Djurabek Khamrakulov asal Uzbekistan untuk ambil bagian di turnamen ini,” ucap Billy didampingi Ketua Panitia Pengarah Samuel Urila, Ketua Panitia Deni Manuhutu dan Majelis Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Denpasar, Ivon Makattita.

Menurut Fredrik Billy, event ini memang beberapa kali sempat diundur, sejak tahun 2015 lalu. Yang jelas kejuaraan catur ini masih dalam rangkaian HUT GPIB. Tempatnya antara di sekretariat Golkar atau ruang pertemuan KONI Bali.   

“Inilah partisipasi gereja di bidang olahraga catur, dengan memperebutkan hadiah total Rp 25 juta,” tutur Fredrik Billy dan menambahkan, juara I dapat Rp 7,5 juta, juara II Rp 5 juta, dan juara III Rp 2,5 juta. Sementara yang lainnya per kategori akan kembali dicari sesuai rankingnya hingga 20 besar.

Panitia sendiri, kata dia menargetkan peserta nantinya sebanyak 150 pecatur dari dalam dan luar negeri termasuk pecatur PON Bali sebagai ajang pemanasan. Di turnamen sebelumnya, kata Billy, jumlah pesertanya mencapai125 pecatur. Selain target peserta 150 pecatur dengan rincian di kategori umum sebanyak 100 pecatur dan sisanya di kategori pelajar.

 Sementara itu Majelis GPIB, Ivon Makattita menegaskan, kejuaraan ini bagus untuk olah pikir lewat permainan catur. Apalagi, ini cabor disenangi anak-anak dan orang tua. Banyak peminatnya meskipun tidak populer. Harapannya, catur semakin berkembang di Bali nantinya. “Lewat olah otak dan olah sehat supaya segar semuanya,” tegas Ivon Makattita.

Di satu sisi Ketua Panitia Pengarah Samuel Urila didampingi Ketua Panitia Deni Manuhutu menambahkan, kejuaraan catur ini memang disambut  antusias. Apalagi, kegiatan ini bisa diselenggarakan kembali di awal tahun 2020. Setelah sempat vakum sejak 2015 lalu. “Misi kami agar tetap berjalan dengan lancar, dan berjalan rutin tiap tahun,” harap Samuel Urila.(ira)