Bupati Artha Sembahyang di Pura Payogan Agung Kutai, Kaltim

0
321
Bupati Jembrana Putu Arha bersama Sekda Made Sudiada, S.H, Kabag Humas dan sejumlah OPD Pemkab Jembrana melakukan persembahyangan di Pura Payogan Agung Kutai, Kaltim.

Kaltim, PERSPECTIVESNEWS – Pemkab Jembrana melakukan persembahyangan bersama di Pura Payogan Agung Kutai, Jln Gunung Sedayu, Kelurahan Loaipuh, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (19/12/2019).

Persembahyangan dihadiri Bupati Jembrana I Putu Artha, Sekda I Made Sudiada, para asisten serta seluruh perangkat daerah Pemkab Jembrana. Sembahyang bertujuan agar dikarunia keselamatan maupun kerahayuan jagat disamping sebagai bukti sradha dan bakti ke hadapan Hyang Widi Wasa.

Rombongan diterima wakil ketua PHDI Kutai Kartanegara I Gusti Putu Widarmana bersama WHDI dan krama pengempon setempat.

Mewakili krama pengempon, Widarmana menyampaikan terima kasih atas kedatangan Bupati Artha beserta rombongan sudah hadir di Pura Payogan Agung.

Rasa bangga dan bahagia juga dirasakan karena bisa bertemu umat sedharma semeton satu kampung halaman serta tidak lupa akan asal usul serta sejarah Kutai yang dulu jadi pusat Kerajaan Hindu tertua di Indonesia.

“Atas kunjungan ini kami berterimakasih pada Bupati bersama perangkat daerah Kab. Jembrana yang berkenan berkunjung serta  tangkil di Pura Payogan Agung Kutai,” kata Widarmana.

Di hadapan Bupati Artha, ia juga menjelaskan kondisi Pura Payogan Agung saat ini. Pura yang diresmikan tahun 1998  memiliki pengempon sebanyak 30 KK yang merupakan warga Kabupaten Kutai Kartanegara sementara pemangku pura sebanyak 3 orang.

“Kendala kami masih karena keterbatasan guru Agama Hindu yang belum ada. Kekurangan itu sementara coba kita tutupi dengan mengambil tenaga dari PHDI sendiri,” paparnya.

Terkait bangunan fisik saat ini sedang dikerjakan perehaban wantilan serta bale pemiosan. “Berikutnya kami programkan untuk pembangunan tembok penyengker serta pemadatan lahan di lokasi dapur/pewaregan menggunakan tanah urug. Semoga bisa terealisasi,” terang Widarmana. 

Sementara Bupati Jembrana usai muspa mengatakan kunjungan tangkil ke Pura Payogan Agung untuk mengingatkan umat  masih eling (meyakini) bahwa Agama Hindu tertua ada di Kutai.

“Melalui perwakilan Pemerintah Kabupaten Jembrana, di tempat payogan situs tertua Agama Hindu ini bersama – sama mendoakan agar masyarakat seluruh Indonesia, Bali dan Jembrana pada khususnya diberikan anugerah sinar suci, kesehatan serta apa yang menjadi harapan kita bisa terwujud yakni sinergitas masyarakat dengan pemerintah diberikan pengayoman untuk bersama-sama membangun Jembrana,” ujar Bupati  Artha.

Selain tangkil di Pura Payogan Agung Kutai Bupati Artha dan jajaran, juga melaksanakan persembahyangan di Pura Pasupati Desa Kerta Buana Kabupaten Kutai Kartanegara.

Bupati dan jajarannya juga mepunia secara pribadi, diterima pengempon pura setempat.   (utu/abhi/humas)