Muskotlub TI Denpasar Dinilai Melanggar AD/ART

0
143
I Komang Sumarcana

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Ketua Harian Pengkot TI Denpasar, I Komang Sumarcana menilai Muskotlub TI Denpasar yang menetapkan Agung Suryawan sebagai Ketua Pengkot TI Denpasar melanggar  AD/ART dan tidak sah dalam organisasi taekwondo.  Sumarcana menilai Ini hanya dagelan konyol, bertujuan membuat suara fiktif di Musprov TI Bali nanti.

“Pasal 25 Anggaran Rumah Tangga menyatakan 2/3 dari pemilik suara yang harus mengusulkan Muskotlub. Faktanya, dojang-dojang pemilik suara di Pengkot TI Denpasar bersamaan dengan  terjadinya Muskotlub itu sedang beraudiensi ke KONI Denpasar, artinya Muskotlub tidak sesuai AD/ART tanpa dihadiri dojang-dojang yang sah di bawah Pengkot TI Denpasar,” ujar Komang Sumarcana, Kamis (12/12/2019).

Menurut dia, dojang-dojang yang mengadakan Muskotlub tidak pernah berkegiatan di Pengkot TI Denpasar. “Coba saja lihat, kami yakin dojang tersebut fiktif tanpa anggota,” imbuhnya.

Sedangkan di sisi lain, Pengprov TI Bali tidak berwenang mengeluarkan izin Muskotlub karena diketuai seorang Plh (pelaksana harian).  Di aturan manapun, sebut dia, seorang Plh tidak memiliki kewenangan membuat keputusan strategis dan baku. Apalagi pernah ada surat edaran PBTI sekitar bulan Agustus yang menyatakan Plt tidak boleh mengeluarkan keputusan strategis.

Dia mengatakan, Agung Suryawan sudah berakhir masa jabatannya jauh sebelum Laksmi Duarsa sebagai Ketua Umum Pengkot Taekwondo Indonesia (TI) Denpasar.

“Apakah Muskotlub ini bisa dikatakan sah? Kami hanya berbicara soal aturan dan ketentuan dan tidak membahas soal prestasi, karena yang berhak menilai adalah KONI bukan mereka yang mengadakan Muskotlub yang kebanyakan terdiri dari orang tua atlet yang tidak paham soal taekwondo,” tegasnya.

Saat ini pihaknya sudah melayangkan surat ke Pengprov TI Bali yang dipimpin oleh Plh, untuk mendapatkan konfirmasi apakah Pengprov TI Bali telah mengizinkan adanya Muskotlub.

Bila ternyata Pengprov TI Bali  mengabulkan Muskotlub tersebut, maka Pengprov TI Bali juga telah melanggar kewenangannya karena  tidak dipimpin oleh seorang ketum, melainkan seorang Plh, yang mana tidak boleh  mengambil kebijakan strategis seperti Muskotlub.

Pengkot TI Denpasar di bawah pimpinan Laksmi Duarsa, kata Sumarcana,  telah menerima rekomendasi dari KONI Denpasar sebelum Porprov di Tabanan dan menyumbangkan 3 medali emas yang equivalent dengan Porprov di Buleleng sebanyak 4 emas karena jumlah kelas yang dipertandingkan di taekwondo dikurangi di Tabanan.

Lelaki yang biasa di panggil Komang Mangku ini juga mengeluhkan situasi kisruh di taekwondo Bali karena kelemahan seorang Plh yang tidak memahami dan memiliki pengalaman dalam organisasi olahraga, yang disetir oleh pendatang dari luar Bali yang menyebabkan hancurnya taekwondo. “Kami sudah berkoordinasi dengan dojang-dojang yang bernaung di bawah kami (Pengkot TI Denpasar), tentang langkah organisasi dan langkah hukum yang akan kami lakukan,” pungkasnya.(rup)