Diimbangi NTT 1-1, Sepak Bola Bali Gagal ke PON XX/2020 Papua

0
508
Sepak bola Pra-PON Bali gagal menuju PON XX/2020 Papua setelah diimbangi NTT, di Stadion Gelora Samudra Kuta, Senin (9/12/2019).

Kuta, PERSPECTIVESNEWS – Bali gagal mengirim tim sepak bola ke ajang PON XX/2020 Papua setelah di ajang Kualifikasi PON XX/2020 Grup 3 bermain imbang 1-1 melawan tim sepak bola Nusa Tenggara Timur (NTT) di Stadion Gelora Samudra Kuta, Senin (9/12/2019).

Dengan hasil itu, dari tiga tim yang bertanding di grup ini, peringkat pertama ditempati NTT sekaligus lolos PON 2020 dengan mengemas poin 4 dari sekali menang dan sekali draw, tempat kedua Nusa Tenggara Barat dengan poin 3 dari sekali menang dan sekali kalah, dan Bali selaku tuan rumah berada di juru kunci dengan pon 1.

Dipimpin wasit M Erfan Efendi dari Surabaya, tim sepak bola Bali yang membutuhkan kemenangan dengan selisih 2 gol ini tampil impresif di awal babak pertama. Penggawa besutan Kadek Swartama ini lebih banyak menguasai bola ketimbang tim NTT.

Pemain belakang Bali, I Nyoman Andika Permana membuat timnya unggul 1-0 di menit 12 setelah tendangan bebas yang dilakukannya gagal dimentahkan kiper NTT Yohanes Seran Klau.

Tetapi keunggulan tuan rumah tidak bertahan lama karena menit 14 gelandang NTT Kiken Mentinus Nikodemus berhasil memperdaya kiper Bali I Gusti Putu Adi Suryawan. Skor pun berubah 1-1 untuk kedua kesebelasan. Kedudukan imbang ini bertahan hingga jeda laga.

Babak kedua, para pemain Bali terus melakukan tekanan ke daerah pertahanan NTT. Beberapa kali peluang mencetak gol didapat tim Bali, namun karena kurang cermat, banyak tendangan melenceng dari gawang. Sebaliknya, NTT yang memang hanya membutuhkan hasil imbang, mencoba memperkuat lini bertahannya. Hingga laga berakhir, skor tak berubah 1-1.

Pelatih kepala tim Bali Kadek Swartama mengakui pemainnya sudah berjuang maksimal untuk memenangkan laga dengan selisih 2 gol. Namun upaya tersebut tidak berhasil, dan dirinya minta maaf kepada publik Bali karena timnya tidak lolos PON Papua.

“Kegagalan ini tanggung jawab saya, anak-anak sudah berjuang maksimal tetapi masih kurang tenang dalam menyelesaikan peluang. Sebagai mantan pemain, saya memaklumi karena mereka ingin cepat-cepat mencetak gol,” aku Swartama.

Sementara pelatih kepala tim NTT, Ricky Nelson bersyukur atas lolosnya NTT ke PON Papua, dan ini merupakan sejarah baru bagi persepakbolaan NTT karena sejak tahun 1986 NTT tidak pernah lagi berlaga di ajang PON.

Sebagai pelatih dirinya minta kepada Pemprov NTT untuk menyediakan lapangan bagi skuatnya berlatih, karena selama ini untuk tempat berlatih masih kesulitan. Termasuk juga pemain, Ricky Nelson mengatakan masih ada sekitar 10 bulan untuk terus dibenahi dari berbagai lini.

“Ya, di tim ini (NTT) masih banyak yang mesti dibenahi dari lini ke lini. Saya kira di sisa waktu yang relatih lama sebelum PON dimulai, kami harus memikirkan untuk menambah pemain karena masih ada 5 slot lagi belum terisi. Kami harus memburu pemain NTT yang berlaga di Liga 3 untuk menjadi skuat PON,” pungkasnya.(hen)