Atlet Porprov TI Badung 2015 dan 2017 Tak Pernah Terima Dana TC

Dari kiri ke kanan: Argya Virangga, I Gede Winaya, dan I Gusti Pranata Astawa

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Pelatih tim Porprov TI Badung tahun 2015 dan 2017, I Gusti Pranata Astawa didampingi atlet Porprov TI Badung tahun 2015 dan 2017 I Gede Winaya Adnyana dan Argya Virangga Roring menuding Tjhin Johannes sengaja mengalihkan isu dengan bersembunyi di balik orang tua atlet tahun 2019, yang tidak memahami persoalan.

“Yang kami tuntut adalah uang TC tahun 2015 dan 2017 bukan yang lainnya. Tahukah para orangtua ini bahwa Tjhin Johannes memasukkan istrinya bernama Ivy Maya sebagai pelatih dalam tim Porprov TI Badung tahun 2017 di Gianyar? Bukankan ini sebuah modus operandi agar daftar penerima uang TC lebih banyak? Sedangkan pada tahun 2015 tim Porprov TI Badung tidak melakukan pelatihan di luar Bali, lalu apa lagi yang akan  dijadikan alasan?,”  tanya   Pranata Astawa yang biasa dipanggil Sabem Gusdek ini.

I Gede Winaya membenarkan pernyataan dari Gusdek bahwa  ketika dirinya masih menjadi atlet di tim Porprov TI Badung pada tahun 2015 hanya  melakukan TC di Bali, dan tidak pernah diberikan uang TC oleh Tjhin Johannes.

“Saya hanya menerima uang bonus yang dimasukkan ke dalam buku tabungan BPD yang diberikan kepada setiap atlet, namun ATM-nya tetap dipegang oleh Tjhin Johannes,” kata Winaya yang kini menjadi pelatih Dojang Shadow.

Ia menegaskan tidak pernah ada kesepakatan soal uang TC, apalagi ada surat pernyataan seperti yang ditunjukkan di koran. Winaya menantang Tjhin dan KONI Badung untuk menunjukkan  tanda terima yang ditandatangani atlet, karena dirinya yakin tidak ada tanda terima itu.

“Bila itu (tanda terima) sampai ada, dapat dipastikan tandatangan mereka dipalsukan. Saya terlibat penuh dalam penanganan tim di tahun 2017 tapi tidak paham sama sekali soal dana TC yang menjadi hak atlet dan pelatih,” ujarnya.

Secara ketentuan, bila KONI Badung telah menggelontorkan dana TC berarti sudah ada daftar penerimanya. Bila ternyata mereka yang menandatangani tidak pernah menerima dana TC tersebut, kemungkinan besar daftar penerima tandatangannya dipalsukan.

Agar mendapatkan penjelasan yang gamblang, para atlet penyumbang emas ini meminta agar KONI Badung mengeluarkan data-data tersebut, sehingga tidak terkesan menutupi terjadinya penyimpangan penggunaan anggaran Porprov Badung yang berasal dari APBD. “Jangan sampai seperti cabor tinju yang menjadi persoalan pidana,” harap mereka. Sedangakan Argya Virangga Roring yang merupakan atlet andalan Bali pada PON 2020 di Papua nanti mengatakan hanya menerima uang bonus Porprov yang dikirim ke rekening BPD yang diberikan kepada dirinya. “Saya tidak pernah mendapatkan dana TC yang dimaksud,” imbuh atlet yang pendiam ini.(rup)