Tim Basket PON Bali Jadwalkan Dua Kali Uji Coba ke Jawa

0
220
IGN Rusta Wijaya

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Tim basket putra Bali yang dipersiapkan ke ajang PON XX/2020 Papua dijadwalkan melakoni uji coba ke luar Bali sebanyak dua kali. Ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan jam terbang mereka mengingat para rival dari daerah lain juga gencar melakukan try out, bahkan ada yang ke luar negeri.

“Untuk tim basket putra cukup sparing lokalan saja di Indonesia. Arah uji coba kami menyasar Surabaya atau Bandung sekitar bulan Maret dan Juni tahun depan. Target kita dapat uji coba keluar daerah sebanyak dua kali,” ucap Pelatih Basket Putra 5×5 Bali, IGN Rusta Wijaya di Denpasar, Rabu (4/12/2019).

Rusta Wijaya mengatakan, secara umum program tim basket 5×5 putra Bali akan mengikuti program dari KONI Bali. Informasinya akan mulai melakukan TC mulai Januari 2020. TC dilakukan hingga bulan Oktober atau hitungan 10 bulan ke depan.

Alasan perlunya sparing, menurut dia, untuk melakukan evaluasi latihan juga. Latihan yang selama ini dilakukan bisa dilihat dalam bentuk uji coba. Sejauhmana kemampuan anak asuhnya menguasai dan menyerap strategi yang diberikan.

Dalam arti, lanjut dia, apakah permainan mereka secara tim sudah sesuai dengan skema dan strategi yang diinginkan. Itu juga dalam rangka pematangan mental bertanding juga terutama melawan klub basket yang dinilai memiliki kualitas sehingga tim Bali mampu menghadapi tekanan dari lawan uji cobanya.

“Sejauh mana bisa keluar dari tekanan tersebut, itu perlu dilihat dalam permainan dalam bentuk uji coba. Pertimbangan lain, tim basket PON  DKI Jakarta malah sudah ke Filipina, begitu juga tim Basket Jawa Tengah sparingnya ke Makau,” ujarnya.

Rusta mengatakan, apa yang dilakukan daerah lain sungguh luar biasa dalam jam terbang pebasket nantinya. Sementara untuk Bali cukup sparing di Indonesia saja. “Dua daerah tadi itu uji coba keluar negeri saat masih Pra-PON. Kalau sekarang, saya yakin lain lagi kalau sudah tim PON. Pasti lebih banyak jam terbangnya. Kalau Bali cukup ke Surabaya saja dulu untuk basket putra konvensional,” beber Rusta.

Mantan pebasket nasional itu menambahkan, untuk baskat putra saat ini situasinya memang imbang di PON. Semua itu mengacu hasil Pra- PON beberapa waktu yang lalu. Babak kualifikasi, tidak ada yang dominan. Jadi, sekarang tergantung progres tim dalam durasi persiapan 10 bulan kedepan. Sejauhmana mampu meningkatkan kualitas permainan.

Sementara soal kuota pemain, diakui memang list yang sudah lolos PON sebanyak 22 pemain. Dan, pada saat Pra-PON memang hanya bisa kirim 12 atlet. Tetapi, saat PON Papua nantinya masih bisa menggunakan pemain yang jumlah pendaftaran awal tersebut dengan catatan menyesuaikan kuota. Jadi, bagi atlet yang tidak diturunkan di luar jumlah 12 atlet tadi saat Pra-PON, saat ini masih memiliki kesempatan. Dengan catatan, mereka telah didaftarkan saat Pra-PON. Meskipun tidak memperkuat tim waktu itu. Karena pihaknya tetap ingin mencari yang terbaik sesuai perkembangan dan situasi atlet. Yang jelas, idealnya untuk satu tim adalah 12 pemain di multi event empat tahunan. (rup)