Tak Terpancing Kebrutalan Persebi, Perseden Lolos ke Liga 3 Nasional

0
118
Perseden Denpasar saat menang tipis 1-0 di Stadion Kompyang Sujana Denpasar, Senin (2/12/2019) sehingga agregat menjadi 2-1 untuk Perseden dan berhak ke putaran nasional Liga 3.

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Skuat Perseden Denpasar tidak terpancing oleh kebrutalan pemain Persebi Bima, Nusa Tenggara Barat kala kedua tim bertanding di leg dua Liga 3 Zona Bali-Nusra, di Stadion Kompyang Sujana Denpasar, Senin (2/12/2019). Hasilnya, Perseden unggul 1-0 atas Persebi dan berhak maju ke putaran nasional.

Babak pertama berjalan begitu ketat dengan tensi yang tinggi. Kedua kesebelasan sama-sama ngotot untuk mencetak gol. Akibatnya, benturan fisik tak terelakkan dan berujung kasar. Bahkan, pertandingan sempat terhenti karena terjadi kericuhan.

Pemicunya ketika Perseden mencetak gol di menit 27 melalui sontekan Fajar Ferdy Para pemain Persebi menganggap posisi Fajar sudah offside, namun protes itu tak digubris. Langsung saja, para pemain Persebi menyudutkan asisten wasit II yang berada di timur lapangan. Bahkan sampai dikejar dan dipukuli oleh pemain Persebi.

Sontak saja penonton di tribun barat juga tersulut emosi dengan melemparkan botol. Ironisnya lagi, kericuhan itu disaksikan langsung oleh pejabat publik yang hadir di lokasi yakni Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara dan Bupati Bima.

Selepas kejadian tersebut, laga kembali dilanjutkan. Terik matahari yang menyengat juga mempengaruhi mental pemain. Dan benturan fisik yang berujung cekcok tak terhindarkan.

Dari segi peluang, sebenarnya kedua tim sama-sama saling berbalas. Namun Perseden lebih banyak mendapat peluang di depan gawang. Seperti tendangan Anta Wijaya yang membentur mistar gawang. Babak pertama pun berakhir dengan keunggulan sementara 1-0 untuk Perseden.

Di babak kedua, ketegangan semakin menjadi-jadi. Tiga kali pertandingan harus dihentikan karena pemain Persebi protes berlebihan kepada wasit. Satu pemain Persebi diusir keluar lapangan karena menendang wasit dari belakang.

Setelah itu, suasana makin chaos. Pemain Persebi merasa tidak terima dengan keputusan wasit. Pengejaran pengadil lapangan terus dilakukan, bahkan semakin brutal. Emosi pemain Persebi ini turut menyulut penonton kedua belah pihak, sehingga pertandingan mau tak mau dihentikan.  Hingga waktu usai, pertandingan tetap dimenangkan Perseden dengan skor 1-0 dan berhak menuju putaran nasional.

Pelatih Perseden, Wayan Sukadana usai laga mengatakan bersyukur dengan lolosnya Perseden. Namun, ia menyayangkan laga harus terhenti karena emosi yang dilakukan pemain Persebi.

“Tidak ada apa-apa, mereka mau ribut ke wasit. Kami, Perseden juga tidak bermain kasar. Tapi kenapa mereka seperti itu, kan sayang pertandingan seru terus terhenti,” terang Sukadana.

Sementara manajer tim Persebi Bima, Syukri HM Nor mengatakan terkait kericuhan yang berlangsung kemarin, mengaku faktor kepemimpinan wasit yang dianggapnya merugikan tim. Ditambah lagi penonton juga memicu. “Yang jelas, pemain Persebi dan Perseden tidak ada masalah,” tandasnya.(rup)