Tiga Kalaksa BPBD dari Bali Ikuti Diklat Komandan PDB

0
247
I Made Rentin (kiri) dan dua Kalaksa BPBD Karangasem dan Bangli saat mengikuti Diklat.

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana (Pusdiklat PB) BNPB menyelenggarakan Diklat Komandan Penanganan Darurat Bencana (Komandan PDB), 25-29 November 2019 di Pusdiklat PB BNPB Desa Tangkil, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Diklat Komandan PDB ini diikuti Para Kepala Pelaksana BPBD (Kalaksa), Para Dandim, DanLanal, DanLanud, termasuk dari Puslat Kodiklat TNI. Sinergitas dan kolaborasi peserta BPBD dengan TNI ini dilakukan untuk memantapkan komunikasi ketika nanti bertugas di lapangan.

Beberapa daerah terpilih yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi terutama gempa, di antaranya peserta berasal dari Kodam I Bukit Barisan, Kodam III Siliwangi, Kodam IX Udayana, Kodam XIII Merdeka, dan Kodam XVI Patimura, sedangkan Kalaksa BPBD juga sesuai dengan wilayah Kodam dimaksud, dengan total peserta 30 orang terdiri atas 15 orang TNI dan 15 orang Kalaksa BPBD.

Tiga orang Kalaksa BPBD dari Bali ikut serta dalam Diklat Komandan PDB tersebut, yaitu I Made Rentin (Kalaksa BPBD Bali), Ida Ketut Arimbawa (Kalaksa BPBD Karangasem), dan Wayan Karmawan (Kalaksa BPBD Bangli).

Kalaksa BPBD Bali I Made Rentin, Rabu (27/11/2019) mengatakan selama lima hari pelaksanaan diklat, peserta dibekali berbagai materi dari narasumber kompeten, di antaranya manajemen bencana, manajemen penanganan darurat bencana (PDB), sistem komando PDB, regulasi dalam PB, koordinasi multi pihak, dan kepemimpinan pada situasi krisis. Materi terakhir ini diisi Prof. Syamsul Ma’arif Guru Besar pada Universitas Pertahanan (Unhan).

Rentin mengatakan, Syamsul Ma’arif yang merupakan mantan Kepala BNPB di awal pembentukannya, bercerita dengan lugas bagaimana BPBD harus memperlihatkan power untuk menjalankan amanat UU dimana Kalaksa BPBD diberikan tiga tugas yaitu koordinasi, komando, dan pelaksana.

“Inti dari Diklat Komandan PDB ini terletak pada simulasi, diberikan study kasus kejadian bencana dan peserta melakukan simulasi berupa siklus proses penyusunan rencana operasi darurat bencana, dengan menunjuk peran masing-masing,” ucapnya.

 Dengan Diklat Komandan PDB ini, diharapkan dapat meningkatkan kompetensi para calon Komandan PDB dan peserta memahami sistem komando penanganan darurat bencana (SKPDB), memahami tugas dan fungsi, serta mampu melakukan koordinasi dengan semua komponen yang ada.(rin)