Prestasi Petarung Bali Diharapkan Terulang di PON XX/2020 Papua

0
133
Bali juara umum Pra-PON Tarung Derajat yang berlangsung di Bandung. (FOTO: Ist)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Pengprov Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Bali berharap prestasi yang ditorehkan para petarung Pulau Dewata di ajang Pra-PON bisa berlanjut di PON XX/2020 Papua mendatang. Harapan itu disampaikan Ketua Umum Kodrat Bali, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bali di ajang Pra-PON tarung derajat yang berakhir Minggu lalu di Bandung, Jawa Barat meraih 5 emas dan 2 perunggu. Prestasi tersebut tetap dijadikan acuan untuk memotivasi para petarung Bali untuk terus mengasah diri.

I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya, Selasa (26/11/2019) mengatakan, prestasi tarung derajat Bali harus tetap bergelora dalam ajang nasional apapun, dan tetap menjaga tradisi emas.

“Kami berharap kepada petarung yang lolos PON supaya prestasi ini bisa diamankan sampai ke PON 2020 nanti. Untuk itu, petarung wajib terus mengasah diri dan jangan cepat berpuas diri dengan hasil ini. Karena lawan pasti tidak akan tinggal diam saat PON nanti,” tegas IGN Jaka Pratidnya.

Penglingsir Puri Jero Kuta ini juga menjelaskan secara luas, agar hasil di Pra-PON lalu bisa dijadikan pelecut motivasi, khususnya bagi petarung muda di Bali.

“Apa yang diraih oleh seniornya ini bisa dijadikan teladan oleh petarung muda. Dengan motivasi itu, kami yakin sampai kapanpun Bali tidak akan pernah kekurangan petarung berprestasi ke depannya. Begitu juga dengan keberadaan pelatih Bali yang sudah mencetak petarung berprestasi,” tegas Jaka Pratidnya yang lebih akrab disapa Turah Joko ini.

Sementara manajer tim tarung derajat Pra-PON Bali, AA Bagus Tri Candra Arka yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, usai Pra-PON, para petarung diistirahatkan. Dan menjalani program lanjutan dari KONI Bali berupa desentralisasi serta sentralisasi.

“Program KONI Bali itu kan mulainya bulan Januari tahun depan. Meski mendapat waktu istirahat yang cukup lama, tapi kami tekankan agar petarung bisa menjaga kondisi fisiknya secara mandiri,” tegas Tri Candra Arka.

Mengenai Pra-PON lalu, Tri Candra Arka secara pribadi salut dengan kegigihan yang ditampilkan petarung, terutama dalam babak semifinal.

“Kami katakan kepada petarung bahwa kami percaya dengan kemampuan yang dimiliki dan harus optimis bisa memberikan yang terbaik untuk Bali. Dan benar saja, mereka menunjukkan kegigihan saat meladeni lawan-lawannya, disamping teknik yang dijalankan,” tegas pria yang akrab disapa Gung Cok ini.

Dalam proses desentralisasi dan sentralisasi nantinya, petarung yang lolos ke PON 2020 akan dijadwalkan dalam rencana ujicoba keluar daerah.  Tapi, tempat dan kapan waktunya belum bisa dipastikan sekarang. “Ada waktu 10 bulan sejak dimulainya program KONI Bali itu untuk meningkatkan kualitas petarung. Terutama fisik, otot dan teknik,” tandas Gung Cok.(rup)