I Wayan Wirka, S.H: “Informasi Perlu Dikemas dengan Baik”

0
177
Kordiv Penanganan Bawaslu Provinsi Bali I Wayan Wirka ,S.H. (tengah)

Jembrana, PERSPECTIVESNEWS – Belum lama ini Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Kabupaten Jembrana di bawah pimpinan Pande Made Ady Muliawan mengundang jajaran pers di Kabupaten Jembrana.

Pertemuan yang berlangsung di Hotel Jimbarwana itu bertajuk ‘Pembahasan Pelaksanaan Media Informasi Th 2019’ se-Kabupaten Jembrana dihadiri Kordiv Penanganan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Bali I Wayan Wirka, S.H.

Mantan pegawai hotel yang juga pengacara ini mengatakan, informasi merupakan kebutuhan yang sangat mendasar saat ini dan perlu dikemas dengan baik dan benar.

“Jika tidak, tentu akan menimbulkan berbagai persepsi yang keliru sehingga menimbulkan permasalahan di lembaga itu sendiri. Yang tidak kalah pentingnya bagaimana caranya menyampaikan informasi kepada masyarakat serta media apa yang digunakan untuk menyampaikan informasi tersebut agar dapat bermanfaat bagi  masyarakat.

“Sebab menurut saya, khasanah berfikir dan bertindak dapat menunjukkan eksistensi lembaga itu sendiri yang mana salah satunya adalah Bawaslu,” ungkap I Wayan Wirka, S.H sembari menyebutkan sarana yang bisa digunakan dalam menyampaikan informasi itu bisa media cetak atau media elektronik.

Pada kesempatan tersebut I Wayan Wirka, S.H sedikit menyampaikan ilustrasi bahwasanya berbicara tentang informasi yang dikemas oleh jajaran pers (wartawan) ibaratnya berbicara tentang kehidupan itu sendiri karena tidak akan ada habisnya. Nuansa yang termuat dalam pemberitaan-pemberitaan pers sama luas dan dalamnya dengan nuansa-nuansa yang meliputi kehidupan manusia sendiri karena dengan tulisan-tulisan atau pemberitaan-pemberitaan itulah sebenarnya semua sisi kehidupan dalam berbagai dimensinya bisa dikupas habis.

Kembali pada pelaksanaan pengelolaan media informasi pers dan Humas Bawaslu merupakan dua komponen yang berperan penting dalam proses penyampaian suatu informasi kepada masyarakat (publik). Kedua komponen tersebut terkait secara individual maupun kelembagaan dalam pembentukan opini masyarakat (publik opinion).

Humas Bawaslu (publik relations) merupakan ujung tombak dalam membentuk opini masyarakat terhadap keberadaan suatu lembaga, sedangkan pers membentuk opini masyarakat dalam segala kehidupan masyarakat.

Di satu sisi, pers membutuhkan Humas Bawaslu sebagai sumber informasi sedangkan di sisi lain Humas membutuhkan Pers untuk pemberitaan (publikasi). Jika dilihat secara sekilas materi ini sangat mudah dipahami.

Sesungguhnya hubungan Pers dan Humas yang dibentuk Bawaslu sangat sederhana dan simpel yang dapat disarikan  menjadi tiga jenis hubungan yaitu: pertama hubungan dalam kaitan pemberitaan atau pembentukan opini masyarakat (publik opinion), kedua hubungan dalam kaitan kelembagaan yaitu lembaga Pers dan lembaga Humas, ketiga hubungan dalam kaitan personal lembaga Pers dan personal lembaga Humas.

Ketiga hubungan tersebut akan membentuk suatu pola kerucut terbalik yang secara tidak langsung mengingatkan Pers dan Humas bahwa segala hasil karya dan pelayanan yang dilakukan ditujukan hanya untuk rakyat dan masyarakat umum.

Apabila dicermati secara seksama, jiwa dan semangat UU No.40 tahun 1999 tentang Pers dan berbagai referensi mengenai Humas semuanya menunjukkan hal yang sama. Kemampuan Pers dalam membetuk opini publik melalui pemberitaan dapat mendorong lahirnya hubungan baru antara Pers dan Humas.

Fungsi lain dari Pers dan Humas yang tekait dengan pemberitaan atau pengelolaan media informasi adalah sebagai communication fasilitator dimana Pers dan Humas Bawaslu harus mampu bertindak sebagai komunikator atau mediator antara suatu lembaga dengan publik sehingga tercipta saling pengertian, mempecayai, menghargai dan toleransi yang baik dari kedua belah pihak.

“Singkatnya, secara garis besar bisa dikatakan sebagai mitra Bawaslu tentu Pers harus tetap tegak dalam mengemas informasi, independen dan apa yang disajikan bisa bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar I Wayan Wirka, S.H.     (utu)