Gunung Agung Alami Gempa Vulkanik Dalam Selama Enam Jam

0
110
Gunung Agung di Karangasem Bali selama enam jam hari Selasa (26/11/2019) mengalami gempa vulkanik dalam.

Karangasem, PERSPECTIVESNEWS – Lama tidak ada kabarnya, Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali tiba-tiba mengalami gempa vulkanik dalam pada Selasa (26/11/2019).

Pos Pengamatan Gunung Api Agung, PVMBG Kementerian ESDM melaporkan bahwa gempa vulkanik dalam terjadi dari pukul 00.00 sampai 06.00 Wita. Seismograf di Pos Pengamatan Gunung  Agung, di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem merekam sebanyak satu kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 1mm berdurasi 19 detik.

Sedangkan gempa vulkanik dalam terekam sebanyak dua kali dengan amplitudo 6-14 mm, S-P 3,7-3.8 detik berdurasi 23-24 detik. Secara visual juga terpantau hembusan asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah.

Terkait dengan perkembangan terakhir aktivitas Gunung Agung, Kepala Sub Bidang Mitigasi Pengamatan Gunung Api Wilayah Timur, Devy Kamil Syahbana, membenarkannya.

“Betul memang ada terekam gempa vulkanik dalam selama enam jam terakhir ini. Dan hal ini menunjukkan masih adanya dinamika magma di Gunung Agung,” tegas Devy Kamil Syahbana.

Kendati demikian, lanjut Devy Kamil, jumlah dan frekuensi gempa vulkanik dalam dan dangkal yang terjadi ini belum signifikan. Artinya, kata dia, memang masih ada potensi terjadinya erupsi, namun kalaupun erupsi itu terjadi sekalanya masih kecil termasuk ancaman bahayanya masih di sekitaran zona merah radius 4 kilometer dari kawah Gunung Agung.

Tentang hasil pemantauan hot spot atau titik panas di Kawah Gunung Agung, termasuk pemantauan emisi gas, dia mengatakan pihaknya bersama para pengamat di Pos Pantau Gunung Agung masih terus melakukan pemantauan dan pengamatan secara intensif perkembangannya.

Dari hasil pengamatan citra satelit hot  spot atau titik panas di kawah terakhir terekam pada 29 Oktober 2019 lalu, dan selama bulan November ini belum terdeteksi. Sedangkan untuk emisi gas di kawah Gunung Agung masih teramati adanya emisi gas berwarna putih setinggi 50-100 meter.(rup)