Upaya Banding Kandas, Hakim PT Denpasar Malah Memperberat Hukuman Alit menjadi 3 Tahun

0
113
AA Alit Wiraputra

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Pupus sudah harapan mantan Ketua Kadin Bali AA Alit Wiraputra mendapat keringanan hukuman.  Pengadilan Tinggi Denpasar justru memperberat hukuman terhadap Alit atas kasus penipuan dan pengelapan proyek perizinan perluasan Pelabuhan Benoa senilai Rp 16,1 miliar.

Dalam putusannya PT Denpasar menjatuhkan pidana penjara selama 3 tahun. Lebih berat 1 tahun dari vonis yang dijatuhkan majelis hakim PN Denpasar yakni 2 tahun penjara.

Ditambahnya hukuman terhadap politisi Partai Gerindra itu dibenarkan Jaksa Paulus Agung yang menangani perkara ini. “Iya, benar dinaikkan menjadi 3 tahun penjara,” kata Jaksa Kejati Bali saat dikonfirmasi Senin (25/11/2019).

Atas putusan hakim PT Denpasar itu, Alit tampak belum patah arang. Melalui kuasa hukumnya, Tedy Raharjo, kembali melakukan upaya hukum kasasi. “Kami tidak sependapat dengan putusan hakim (PT Denpasar) karena pertimbangannya hanya untuk memenuhi rasa keadilan. Itu kan subjektif,” kata Teddy saat dikonfirmasi via whatsapp.

Menurut Teddy, kasus yang membeli Alit ini tidak berdiri sendiri karena ada beberapa pihak yang juga kebagian menerima dana Rp 16,1 miliar tersebut.

“Awalnya kan begini, dia (Alit) ini perkenalkan oleh Jayantara. Jayantara terima duit bulan Maret 2012 sebesar Rp2,5 miliar, Sandoz minta Rp 6 miliar, Candra juga minta. Jadi, sebetulnya tindak pidana ini bukan tindak pidana yang berdiri sendiri,” kata pengacara energik ini.

Hal ini yang menurut Teddy tidak memenuhi rasa keadilan karena hanya Alit seorang saja mendapat hukuman sedangkan yang lain masih bebas dari proses hukum. “Apakah ini memenuhi rasa keadilan (pertimbangan hakim PT Denpasar)? kan tidak. karena bagaimana dengan yang lain?  yang ikut terima dana kok tidak dipenjara. Apakah ini berkeadilan?,” kata Teddy.

Sementara terkait persoalan izin reklamasi, Teddy menegaskan  bahwa perbuatan peristiwa tindak pidana itu belum sempurna. Perizinin itu sudah diajukan ke Gubernur Bali, hanya belum turun, bukan tidak dikabulkan. Namun belum turun sebagaimana batas waktu yang ditentukan.

Oleh karena itu, pihaknya akan mengajukan upaya hukum kasasi. “Tanggal 1 November hasil putusan (banding,red) keluar, tanggal 5 (November) saya sudah nyatakan kasasi. Dan besok saya ajukan memori kasasinya,” tandas Tedy Raharjo.

Disinggung materi memori kasasi, Tedy Raharjo kembali  mengungkapkan bahwa perkara ini kliennya tidak bertindak sendiri. Ada beberapa nama lain seperti Putu Sandoz Prawirottama anak eks Gubernur Bali Mangku Pastika, ada Candra Wijaya dan Putu Jayantara.

“Kenapa hanya klien kami yang dipidana. Seharusnya pasal yang digunakan secara bersama-sama, bukan hanya klien kami yang disalahkan sementara yang lainnya tidak jadi tersangka,” ujar Tedy Raharjo.

Sementara Agus Sujoko selaku kuasa hukum korban, Sutrisno Lukito dan Abdul Satar mengatakan putusan itu sudah cukup memenuhi keadilan kliennya. “Apalagi gugatan Alit juga ditolak hakim, putusannya sudah berkekuatan hukum tetap,” ungkap Agus Sujoko.(zil)