Perseden Lawan Persebi Bima di Babak II Liga 3 Bali-Nusra

0
290
Perseden saat kalahkan Perslobar 2-1

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Perseden Denpasar dipastikan bakal menghadapi Persebi Bima di perebutan tiket lolos ke level nasional pada laga Liga 3 Bali Nusra setelah menang 2-1 atas Perslobar.

Pada laga leg kedua melawan Perslobar di Stadion Gelora Samudera Kuta, Sabtu (23/11/2019), Perseden menang 2-1. Sedangkan di leg pertama Perseden juga menang atas Perslobar 2-1 di markas Perslobar silam, sehingga membawa tim besutan Wayan Sukadana ini bertemu Persebi.

Sedangkan Persebi memastikan diri menghadapi I Made Antha Wijaya cs meski kalah melawan Malaka FC 2-4 di markas Malaka. Persebi lolos karena saat berlaga di kandang sendiri menang 3-1. Meski agregat gol sama 5-5, namun Persebi lebih banyak memasukkan gol ke gawang lawan di laga tandang.

Kemenangan Perseden 2-1 atas Perslobar Sabtu lalu melalui gol tendangan jarak jauh kapten I Made Antha Wijaya yang akrab disapa Mucin di menit 32 dan Fajar Ferdi Saputra menit 66. Sedangkan satu gol Perslobar dilesakkan di menit 79 melalui kaki Jumarsih.

Manajer Perseden Denpasar, AA. Alit Wiartha bersyukur dengan lolosnya langkah awal Perseden tersebut. Namun dirinya meminta kepada tim pelatih untuk secepatnya melakukan pembenahan dan kesolidan tim.

“Persebi yang merupakan lawan kita selanjutnya memang perlu dipandang secara serius, karena tim itu yang lolos menjadi wakil NTB di Liga Bali-Nusra sebagai juara grup di Liga 3 NTB. Sedangkan Perslobar merupakan wakil di posisi runner up. Artinya secara logika Persebi lebih kuat dari Perslobar,” ungkap pria yang biasa disapa Gung Guntur itu, Minggu (24/11/2019).

Karena itulah lanjutnya, para pemain juga harus konsentrasi menghadapi laga tersebut, dan melupakan kemenangan melawan Perslobar. Pengalaman di laga sebelumnya harus dijadikan dasar untuk memperbaiki diri baik secara individu pemain maupun tim.

“Menatap laga melawan Persebi sangat penting untuk bisa lolos ke level nasional. Pastinya itu tidak mudah dan membutuhkan kerja keras dan perjuangan tinggi. Semua itu harus dimanfaatkan dengan baik,” tukas Gung Guntur.(rup)