Wabup Kembang Minta Kades di Jembrana Gali Potensi Desa Semaksimal Mungkin

0
111
Wakil Bupati Kembang Hartawan saat memberikan pengarahan kepada para kepala desa terpilih se-Jembrana di Gedung Kesenian Bung Karno.

Jembrana, PERSPECTIVESNEWS – Wakil Bupati Jembrana Made Kembang Hartawan memberikan pengarahan sekaligus sebagai narasumber pada pelatihan bagi calon perbekel terpilih se-Kabupaten Jembrana, di Ruang Rapat Lantai II, Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Rabu (20/11/2019).

Turut Hadir dalam acara tersebut, sejumlah kepala OPD, camat se-Jembrana, peserta pelatihan yang terdiri dari 35 calon perbekel terpilih se-Kabupaten Jembrana.

Wabup Kembang berharap bagi calon perbekel terpilih agar membuat program yang bisa menyejahterakan masyarakat desanya sekaligus mengembangkan potensi desa.

“Jangan hanya terfokus pada program kecil saja, namun harus memiliki impian dan program besar untuk pengembangan potensi desa. Gali potensi semaksimal mungkin,”ucapnya.

Ia menambahkan, jika masih ragu dengan potensi desa, bisa bersurat kepada Universitas Udayana untuk penggalian potensi desa. “Terlebih kita punya MOU dengan Universitas Udayana, tinggal bersurat ke sana,” imbuhnya.

Ia mencontohkan, seperti Desa Budeng yang memiliki potensi Jambu Budeng yang luar biasa dan hanya ada di desa tersebut. Kembang mengatakan jika di tiap jengkal Desa Budeng ditanami Jambu Budeng dan dijadikan agrowisata ataupun dijual, akan menjadikan pemasukan bagi desa sekaligus menyejahterakan warga.

Tidak hanya Desa Budeng, Kembang juga mencontohkan Desa Yehembang Kangin yang airnya melimpah. “Bumdes Desa Yehembang Kangin akan membangun usaha air minum kemasan yang tentunya akan membawa kesejahteraan bagi masyarakatnya,” imbuhnya.

Kembang berharap agar semua calon perbekel terpilih menumbuhkan rasa kecintaan terhadap daerahnya dengan memaksimalkan potensi desa. Ia juga berharap jika di desa memiliki program infrastruktur, agar menggunakan SDM lokal dan membeli bahan yang ada di toko lokal. “Dengan begitu, uang kita berputar di daerah untuk kesejahteraan masyarakat sekitar. Namun jika menggunakan SDM dan bahan dari luar, maka uang akan dibawa keluar daerah,” kata Kembang.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Gede Sujana, dalam laporannya mengatakan pelatihan ini untuk memberikan pembekalan yang mumpuni tentang pemerintahan desa dan memberikan pemahaman tentang tata kelola desa. Harapannya, begitu dilantik 6 Desember 2019 mendatang mereka sudah siap melaksanakan tugas.(utu)