Ciptakan Emas Bersejarah di Popnas, Legenda Taekwondo Bali Malah Diskorsing Tiga Tahun

0
976
Ade Iwan Setiawan (FOTO:ist)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Taekwondo Bali kini kembali diuji dalam mengelola organisasi. Alih-alih membenahi struktur atau menciptakan iklim kebersamaan, kekuatan baru dalam membina dan menciptakan prestasi para atlet pascapergantian pucuk pimpinan Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Bali dari tangan Anak Agung Ngurah Lan Ananda kepada Ketut Sugiarta, namun yang terjadi malah sebaliknya.

Fondasi organisasi TI Bali yang sudah dibangun kokoh dengan segudang prestasi sejak tahun 2013, baik nasional maupun internasional malah perlahan tergerus lagi oleh kebijakan-kebijakan baru yang seolah tak berpikir panjang bisa berdampak runtuhnya lagi kekuatan TI Bali yang sebenarnya sudah diperhitungkan para pesaing dari daerah lain.

Terbaru yang mengerutkan dahi adalah diskorsingnya koordinator tim Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) Bali 2019, Ade Iwan Setiawan (DAN V Kukkiwon) yang sudah memperoleh SK Gubernur Bali untuk memimpin tim taekwondo Popnas Bali 2019.

Dan yang menariknya lagi, hukuman skorsing legenda hidup taekwondo Bali peraih medali pertama di PON 1996 dan 2000 bersama I Wayan Suparta ini diberikan kala master Ade Iwan Setiawan tengah mendampingi anak asuhnya berlaga di ajang Popnas 2019, di IPC Corporate University, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Secara psikologis, skorsing itu sudah pasti mengganggu kenyamanannya, bahkan juga para taekwondoin pelajar yang tengah fokus bertanding.

Namun Tuhan sepertinya masih memberikan kekuatan bagi para pejuang Pulau Dewata di ajang ini. Dengan tampak tenang dan tak ingin terganggu dengan pemberian skorsing 3 tahun pelatihnya, salah satu taekwondoin putri asal Buleleng, Ni Luh Aprilia Tribuana bertarung habis-habisan dalam 4 partai dari penyisihan mengalahkan NTT (29-2) hingga final menaklukan wakil DKI dengan skor telak 25-6. Podium satu pun akhirnya dimiliki Bali yang untuk pertama kali dalam sejarah Popnas sukses meraih medali emas.

Di ajang Popnas 2019, taekwondo Bali tidak saja mempersembahkan sekeping medali emas, tetapi juga satu medali perunggu di kelas under 63 kg putri atas nama Kadek Ristiana.

Tak ayal apa yang ditorehkan tim taekwondo Popnas Bali di bawah koordinator tim Ade Iwan Setiawan mendapat acungan jempol Plt Kadispora Bali, I Made Rentin, yang mengapresiasi prestasi tersebut dengan menyebutnya sebagai mencetak sejarah bagi Bali di ajang nasional.(ade/jos)