Kabupaten Jembrana Raih Penghargaan sebagai Kabupaten Sehat 2019

0
208
Bupati Artha dengan Penghargaan Kabupaten Sehat dari Mendagri

Jembrana, PERSPECTIVESNEWS – Kabupaten Jembrana dinobatkan sebagai salah satu Kota Sehat di Bali ditandai dengan pemberian penghargaan Swasti Saba Padapa sebagai Kabupaten/Kota Sehat tahun 2019.

Penghargaan diserahkan Mendagri Tito Karnavian kepada Bupati Jembrana I Putu Artha di Ruang Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jakarta, Selasa ( 19/11/2019). Turut mendampingi Kepala Bappeda  Litbang Jembrana I Ketut Swijana selaku Ketua Tim Teknis Pembina Kota Sehat serta  Kadis Kesehatan Jembrana dr I Putu Suasta.

Penghargaan Kabupaten Sehat diberikan kepada daerah di Indonesia yang mampu menciptakan kondisi daerahnya bersih, nyaman, aman dan sehat melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan dengan kegiatan terintegrasi yang  disepakati masyarakat dan pemerintah daerah.

Bupati Putu Artha  mengatakan penghargaan Kabupaten Sehat yang diterima Jembrana  merupakan sebuah kebanggaan bagi daerah. Sebab, sektor kesehatan adalah salah satu program prioritas kepemimpinannya.

“Kami bersyukur atas penghargaan ini. Hal ini akan menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Peran serta masyarakat serta lintas OPD adalah kunci keberhasilan kami dalam mewujudkan kabupaten sehat,” ujar Artha.

Artha menambahkan, sinergitas pemerintah dan masyarakat  sangat penting untuk mewujudkan kabupaten  yang sehat, melalui visi kesehatan Jembrana  “Besnyame“ (Bersih Sehat Nyaman dan Aman).

“Sekali lagi kami apresiasi tinggi kepada semua pihak, stakeholder, dan masyarakat yang telah mewujudkan Kabupaten Sehat ini. Semoga dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan pretasi ini ke depan,“ kata Artha.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Jembrana dr I Putu Suasta berbagai upaya dilakukan mewujudkan kabupaten sehat di Jembrana. Diantara dengan mengubah mindset masyarakat untuk menganut paradigma sehat serta mengubah prilaku masyarakat untuk hidup sehat dengan  memprioritaskan upaya promosi dan pencegahan.

Langkah edukasi itu dilakukan secara  lintas sektor dari kelembagaan/OPD. Mulai dari tingkat kabupaten hingga desa/kelurahan.

“Peran utamanya adalah Forum KKS diketuai Ibu Ketua Tim Penggerak PKK, di tingkat kecamatan ada forum kecamatan sehat diketuai Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan sedangkan di desa ada kelompok kerja/Pokja,“ terangnya.

Sampai saat ini untuk tingkatan terbawah sudah terbentuk di 39 desa/kelurahan se-Jembrana . “Ini juga upaya kesehatan masyarakat mandiri kita lakukan. Sedangkan  pemerintah  bertugas membina dan memfasilitasi dengan melibatkan semua perangkat daerah,“ papar Suasta.(utu/abhi humas)