Setiap Atlet Boleh Merangkap hingga Tiga Kategori di Pra-PON Kempo

0
132
Fredrik Billy

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Panitia penyelenggara Pra-PON kempo membolehkan setiap kenshi bertanding di tiga kategori berbeda. Ini lantaran terbatasnya kuota pada PON XX/2020 mendatang. Pra-PON kempo bakal dihelat di Samarinda, Kalimantan Selatan, 13-16 November 2019.

Wakil Ketua Umum Pengprov Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Bali, Fredrik Billy, Selasa (12/11/2019) mengatakan, kebijakan panpel Pra-PON 2019 ini sangat berbeda dengan Pra-PON sebelumnya, dimana setiap kenshi maksimal hanya boleh berlaga di dua kategori saja.

 Billy yang juga Bidang Hukum dan Etika KONI Bali itu, menyampaikan, mengenai merangkap kategori itu, kenshi bersangkutan boleh turun di kategori embu (seni) maupun randori (tarung). Hal itu tergantung strategi dari tim pelatih, karena sosok pelatih paling paham dengan kualitas atletnya.

“Bali sendiri berkekuatan 17 kenshi dengan rincian sembilan putra dan delapan putri. Mereka didampingi oleh empat orang pelatih,” ucap Billy.

Nantinya, Bali turun di semua nomor yang dipertandingkan dengan jumlah 17 kategori, baik di embu maupun randori. Mengenai target, Perkemi Bali mematok tujuan utama adalah lolos ke PON 2020, disamping prestasi medali juga.

“Untuk embu, kuotanya yang bisa lolos ke PON itu adalah peringkat lima besar, sedangkan randori delapan besar,” bebernya.

Mengenai rival, Billy masih melihat Provinsi NTT menjadi pesaing kuat. Apalagi, NTT menjadi barometer prestasi kempo di Tanah Air. Seperti dicontohkannya, NTT saat PON 2016 sukses meraih 7 emas di kempo.

“Selain NTT, ada dari Jawa Barat dan Kalimantan Timur. Intinya harus ladeni siapapun yang menjadi lawan nantinya. Perkemi Bali sendiri mematok bisa meloloskan 12 kenshi ke PON 2020,” tandas Billy.

Untuk keempat pelatih Bali yang mendampingi tim itu yakni Made Mandiyasa, Seriyanto, Nyoman Sudarmawan dan Made Indrawan. Sedangkan kenshi Pra-PON Bali itu adalah Erasmus Naris Fendi, Yersestus Varis Mardi, I Komang Adi Ariawan, Made Dwi Kurniawan, Gede Ngurah Adhytama P Anjaya, Rudi Sihaloho, Walter Rau, Triyanto.

Kemudian Ni Kadek Dhea Ardy Prabasari, Ni Luh Sinta Devi Muliawati, Putu Murtiana Dewi, I Gusti Ayu Diliana Saraswati D, Ni Kadek Ayu Juniantari, A.A Istri Dharmamega Kelakan, Riska Medita, Agung Ratih Saraswati dan Griselda Nadya Billy.(zil)