Pertama Digelar, Pegadaian Startup Competition 2019 Jadi Program Rintisan Nasional

0
245
Nuril Islamiah (tengah) saat memberi keterangan pers terkait Pegadaian Bali Startup Competition 2019.

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS- Pertama digelar, Kompetisi Startup Pegadaian 2019 (Pegadaian Startup Competition 2019) menjadi program rintisan nasional. Adalah Pegadaian Wilayah VII yang menginisiasi proyek yang bertujuan melahirkan banyak pengusaha muda di Bali ini.

Seperti yang dijelaskan Pemimpin Wilayah (Pinwil) PT. Pegadaian (Persero) Kanwil VII Denpasar, Nuril Islamiah, program yang menggandeng International Council for Small Business (ICSB) Bali, Indonesia Marketing Association (IMA) Bali dan Inkubator Bisnis Unud ini dilirik Direksi Pegadaian Pusat yang merasa program memberdayakan kaum muda untuk berwirausaha ini sebagai sebuah terobosan cukup cerdas.

“Program ini dilirik Pegadaian Pusat karena secara nasional program ini baru diadakan di wilayah VII. Tidak menutup kemungkinan akan dijadikan program nasional dan akan dikembangkan untuk wilayah lainnya sehingga ke depan bisa dilakukan dalam skala yang lebih luas, tidak hanya di Bali saja,” ungkap Nuril saat konferensi pers di The Gade Cafe, Selasa (12/11/2019).

Dengan dilibatkannya ICSB Bali, IMA Bali dan Inkubator Bisnis Unud, Nuril berharap terjadi sinergi yang semakin kuat diantara lembaga atau institusi yang bergerak di bidang pengembangan UMKM.

“Sinergi yang semakin kuat antar berbagai unsur sangat penting untuk keberlanjutan pendampingan usaha terutama kepada para wirausaha pemula,” tegas Nuril.

Melalui kegiatan ini, pihaknya  memberikan ruang bagi startup-startup pemula di Bali, untuk mengembangkan ide dan bisa dipertanggungjawabkan serta bisa diimplementasikan.

“Harapan saya, adanya Bali Startup Competition 2019, kami ingin melahirkan pengusaha-pengusaha muda, startup-startup baru yang dimulai dengan kompetisi,” tegasnya.

Kompetisi digelar dalam memberikan perhatian dan apresiasi kepada wirausaha di Bali yang telah berani memilih berwirausaha ketimbang menjadi PNS atau pekerja swasta.

Sementara itu Sutrisna Dewi, perwakilan Inkubator Bisnis Unud dan ICSB Bali menjelaskan, permodalan masih menjadi masalah klasik yang dihadapi wirausaha atau UKM dalam mengembangkan bisnisnya.

“Oleh karena itu sangat tepat bila Pegadaian sebagai institusi keuangan yang berpihak pada masyarakat kecil juga turut berpartisipasi aktif dalam upaya meningkatkan kinerja para wirausaha dan UMKM,” tutur Dewi bersyukur.

Dikatakan Dewi, kompetisi ini dapat diikuti oleh UMKM dan wirausaha pemula yang berdomisili di Bali yang bergerak di bidang Sociopreneurship, Creativepreneurship, dan Agripreneurship.

Syarat lain yang harus dipenuhi oleh peserta adalah usaha sudah berjalan minimal 1 tahun, memiliki rekening bank, memiliki bukti pembayaran PBB/perjanjian sewa/kwitansi sewa lokasi usaha, memiliki tabungan emas pegadaian minimal Rp. 150 ribu, dan memiliki NPWP.

Winawan sebagai perwakilan IMA Bali menyatakan, bahwa aspek pasar dan pemasaran juga menjadi hambatan bagi UMKM Bali. Hal ini dapat dibuktikan dengan belum mampunya produk-produk UMKM Bali menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Toko-toko modern dan oleh-oleh masih didominasi oleh produk-produk luar Bali yang diberi label Bali.

“Melalui kompetisi ini peserta juga akan ditantang kepiawaiannya dalam manajemen pemasaran,” tukasnya.

Pendaftaran masih dibuka sampai tanggal 20 November 2019 dan grand final akan dilaksanakan secara terbuka di Gedung Agrokomplek Universitas Udayana pada tanggal 25 November 2019.   (ari)