Jembrana Ditargetkan Jadi Lumbung Kedelai di Bali

0
155
Jembrana ditargetkan jadi lumbung kedelai di Bali.

Jembrana, PERSPECTIVESNEWS-  Kedelai merupakan salah satu komoditas  tanaman pangan di Indonesia setelah beras dan jagung. Tanaman pangan ini  juga  memiliki potensi yang besar mengingat banyaknya bahan makanan yang berbahan dasar kedelai.

Kebutuhan akan  kedelai semakin meningkat seiring dengan berkembangnya industri pangan, seperti tempe, tahu, dan  kecap sehingga perlu diimbangi  dengan jumlah produksi kedelai terutama pada sektor pertanian kedelai. 

Untuk itu Provinsi Bali melalui Dinas  Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali terus menggenjot produksi kedelai. Untuk Kabupaten Jembrana  sendiri saat ini  menjadi andalan produksi kedelai  dan ditargetkan menjadi sentra kedelai di Bali. Tercatat 50 persen petani kedelai  Bali ada di Kabupaten Jembrana.

Tahun 2019 terdapat 722 hektar lahan pertanian dengan menanam varietas kedelai unggul  (Kedelai Anjasmoro) sehingga ditargetkan produksi kedelai di Jembrana terus meningkat dan  mampu menjadi lumbung kedelai di Bali.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan  Provinsi Bali  I Wayan Sunarta, saat menghadiri Gerakan Tanam dan Panen Kedelai Tahun 2019 di Subak Tegal Badeng Timur.

Turut mendampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jembrana I Wayan Sutama, beserta  masyarakat subak Tegal Badeng Timur.

Sunarta mengatakan, Jembrana sangat potensial  sebagai sentra pengembangan  kedelai. Selain  memiliki lahan yang luas juga antusiasme petani di Jembrana  yang tinggi dan serius dalam mengelola tanaman kedelai.

“Kami berharap Kabupaten Jembrana bisa lebih mengembangkan lahan pertaniannya untuk tanaman kedelai lokal. Lahannya juga lebih luas.  Setelah produksi bagus dari sisi  pemasarannya, kita akan branding kedelai lokal agar mampu bersaing dengan kedelai impor karena kedelai lokal kandungan gizinya tidak kalah,  lebih sehat tidak mengandung GMO (Genetically Modified Organisms), lebih natural  jika dibandingkan dengan kedelai impor  sehingga dari segi ketahanan pangan sangat terjamin  sebagai alternatif penyehatan dari sisi gizi,“  papar Sunarta. 

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jembrana I Wayan Sutama mengatakan, untuk mendukung program  upaya khusus swasembada PAJALE BABE  (Padi Jagung Kedelai dan  Bawang dan Cabe), kedelai  merupakan salah satu komoditas strategis dan potensi Jembrana sendiri sangat besar untuk mewujudkannya.

Guna mendukung  tercapainya terget tersebut, yang terpenting  menurutnya mesti melalui penerapan pola tanam yang tepat yaitu Padi Palawija.

“Kita terus menggenjot penanaman padi, namun di satu sisi lahan tersebut perlu untuk istirahat. Nah nanti kedelai  kita harapkan sebagai tanaman pangan yang mampu mengistirahatkan lahan sekaligus  menyuburkan kembali sehingga nanti untuk potensi tanam padi pertama setelah ditanami kedelai, akan lebih baik,” cetusnya.

Terkait program  penanaman kedelai di Kabupaten Jembrana, dikatakan Sutama, pihaknya akan terus mengakomodir berbagai petunjuk serta  program dari pemerintah Provinsi dan Pusat. Hal itu guna memaksimalkan penanaman kedelai  ke depan.

Ia juga sependapat kedelai lokal sangat  sehat untuk  mendukung konsumsi masyarakat, terutama  kepada masyarakat yang sedang dirawat karena sakit.

“Kedelai lokal kita sangat bagus dan bergizi. Kita harapkan ke depan ada MOU dengan pihak rumah sakit agar menggunakan kedelai yang tidak mengandung  GMO (Genetically Modified Organisms) kepada pasiennya,“ terang Sutama. 

Selain itu, pihaknya  juga ingin mengembangkan varietas kedelai unggul Davon dan Degan untuk meningkatkan produktivitas kedelai. 

Untuk di Jembrana sendiri, produktifitas kedelai yang dihasilkan rata-rata sebesar 1,2 ton/ha. Sedangkan total produksinya sebanyak 433,2 ton.       (utu)