Lebih dari 500 Karya Busana dari 50 Desainer Tanah Air Semarakkan BFT 2019

0
134

Nusa Dua, PERSPECTIVESNEWS- Penyelenggaraan Bali Fashion Trend (BFT) 2019 kali ini jauh lebih berkilau. Lebih dari 500 karya busana dari 50 desainer Tanah Air menyemarakkan gelaran even tahunan di Bali ini.

Ali Kharisma, Ketua Umum Asosiasi Indonesian Fashion Chamber (IFC) menjelaskan, 500 lebih karya busana para desainer itu diharapkan menjadi salah satu even besar yang bisa disejajarkan dengan even-even tahunan pemerintah berskala internasional lainnya.

“Kami ingin BFT bisa sejajar dengan even-even tahunan berskala internasional yang digelar pemerintah karena gelaran BFT ini mampu mendatangkan wisatawan lebih banyak khususnya pecinta dunia mode,” ungkap Ali Kharisma usai prescon di Nusa Dua, Kamis (7/11/2019).

Ditambahkan, dengan BFT maka akan datang para pembeli (buyers) dan penjual (sellers) tak hanya tingkat nasional tetapi juga internasional. Menurut Ali, tidak bisa dipungkiri Bali adalah kota nomor satu di Indonesia yang berhubungan dengan dunia internasional dari sisi pariwisata.

Untuk mendatangkan para buyers, lanjut Ali Kharisma, tak sekedar mengundang tetapi juga menyiapkan akomodasi tempat mereka menginap (hotel-red), dll. Itu tidak sedikit. “Bagaimana kalau mau mendatangkan ribuan tamu sementara kami sendiri belum sepenuhnya bisa eksis karena terkendala biaya. Padahal dengan diselenggarakannya BFT, maka industri kreatif bisa turut berkembang dan memberi kontribusi terhadap perekonomian daerah,” kata Ali Kharisma menambahkan.  

Untuk itu, Ali berharap BFT ke-5 ini menjadi perhatian pemerintah daerah dan pusat. Pemerintah seharusnya membantu/mensupport pendanaan maupun memfasilitasi apa yang kurang dari digelarnya BTF ini karena BFT merupakan potensi yang sangat besar di bidang industri khususnya di Bali.

“Industri fashion ini jangan dianggap remeh karena memiliki potensi perekonomian yang besar kalau memang digarap dengan serius terutama dari ekspornya,” terang Ali Kharisma.

Berkiprah Lebih Mendunia

BFT yang bertema ‘Spring Summer 2020’ yang berlangsung selama tiga hari (6- 8 Nopember 2019) di Hotel Inaya Putri Bali, Nusa Dua itu menjadi ajang uji kemampuan para desainer untuk bisa menembus dan tampil di kancah mode dunia.

“Yang jelas, lewat gelaran BFT, para desainer ditantang untuk menyuguhkan karya-karya terbaiknya agar dilirik sekaligus bisa berpartisipasi pada gelaran di tingkat dunia. Saya optimis ke depannya gaung BFT bisa mendunia dengan catatan ada kepedulian tinggi dari semua pihak khususnya pemerintah daerah dan pusat,” pintanya bernada optimis.   (ari)