Bali Miliki Potensi Besar di Sektor Investasi Pasar Modal

0
85
Media gathering terkait Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2019, Senin (28/10/2019) di Kuta.

Kuta, PERSPECTIVESNEWS- Meski masyarakat di Bali belum sepenuhnya memahami dan tertarik untuk berinvestasi di Pasar Modal tetapi ke depan potensi Bali di bidang investasi saham bakal bertumbuh.

Data Pasar Modal Provinsi Bali secara umum menyebutkan, jumlah investor Pasar Modal sektor saham di Provinsi Bali per September 2019 berjumlah 20.944 investor berdasarkan data SID. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk di Provinsi Bali pada tahun 2015 yaitu 4.152.800 jiwa, maka jumlah penduduk Bali yang berinvestasi di sektor saham kurang lebih sebesar 0,5 % dari total jumlah penduduk.

“Saya melihat Bali memiliki potensi bertumbuh dalam investasi Pasar Modal, meski sekarang ini masyarakat Bali masih perlu diberikan literasi,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ir. Hoesen, M.M, pada acara Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2019, Senin (28/10/2019) di Kuta.

Lanjutnya, berdasarkan survei indeks literasi keuangan tahun 2016, indeks Pasar Modal Nasional sebesar 4,4% meningkat dari yang sebelumnya di tahun 2013 yaitu sebesar 3,79%, artinya dari 2013 – 2016 mengalami peningkatan sebesar 0,61%.

“Sedangkan untuk indeks inklusi Nasional tahun 2016 juga mengalami peningkatan dari 0,11% di tahun 2013 menjadi 1,25% di tahun 2016, meningkat sebesar 1,14%7,” jelasnya.

Hingga saat ini terdapat 5 Emiten yang berdomisili Kantor Pusat di Provinsi Bali yaitu PT Bali Towerindo Sentra Tbk, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk, PT Island Concepts Indonesia Tbk, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk dan PT Nusantara Properti Internasional Tbk. Perusahaan Efek ada 14 Kantor Cabang yang tersebar di wilayah Provinsi Bali. Manajer Investasi ada 3 kantor cabang di wilayah Provinsi Bali sementara Galeri Investasi BEI di Provinsi Bali ada 11 GI BEI.

Untuk itu, OJK Bidang Pengawasan Sektor Pasar Modal menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2019 di Bali pada tanggal 28 – 29 Oktober 2019.

“Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI), dan stakeholder lainnya,” jelasnya.

Adapun tujuan dari kegiatan dimaksud, katanya, yang pertama adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat khususnya di daerah atas informasi aktual perkembangan di Pasar Modal, kedua untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam berinvestasi yang cerdas dan aman, ketiga sebagai bentuk ajakan persuasif kepada masyarakat untuk dapat menjadi investor di Pasar Modal, keempat untuk memberikan informasi kepada perusahaan di daerah tentang akses pendanaan yang mudah melalui Pasar Modal, dan yang terakhir adalah sebagai wujud kongkret dari recycle pungutan OJK.

“Target peserta dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah para pelaku bisnis di daerah, wartawan, akademisi, dan Pejabat/Pegawai Kantor OJK,” imbuhnya.

Adapun kegiatan yang diselenggarakan pada tanggal 28 hingga 29 Oktober 2019 di Bali, yakni: 1. Seminar Pasar Modal dengan tema “Pasar Modal sebagai Pilihan Investasi” yang merupakan hasil kerjasama OJK bersama BEI dengan PT Phillip Sekuritas

Indonesia. Kegiatan ini ditujukan dengan kepada masyarakat umum di Provinsi Bali; 2. Workshop Go Public dengan tema “Go Big with Go Public” yang merupakan hasil kerjasama OJK bersama BEI dengan Direktorat Jenderal Pajak. Kegiatan ini ditujukan kepada para pemilik perusahaan daerah di Provinsi Bali; 3. Sosialisasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 18/POJK.04/2019 tentang Perusahaan Efek Daerah kepada Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Bali; 4. Media Gathering bersama Wartawan Provinsi Bali; dan 5. Business Meeting dengan Pemilik/Pengendali Kelompok Usaha di Provinsi Bali.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat lebih meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap Pasar Modal khususnya di Provinsi Bali.    (ari)