Kuliah Umum di STAH Mpu Kuturan Singaraja, Kembang Ingatkan Generasi Muda harus Kreatif

0
108
Kembang Hartawan saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa/mahasiswi STAH Empu Kuturan Singaraja bertempat di Kantor Agama Kabupaten Jembrana, Minggu (27/10/2019).

Jembrana, PERSPECTIVESNEWS- Kuliah umum Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Negeri Mpu Kuturan Singaraja yang dilaksanakan di Kantor Departemen Agama Jembrana, Minggu (27/10/2019).

Dihadiri oleh Kepala Kantor Departemen Agama Jembrana, Made Sudarmita, perwakilan STAH Mpu Kuturan Singaraja, Drs I Nengah Suendra, MM, kuliah umum menghadirkan Wabup Jembrana, I Made Kembang Hartawan selaku pembicara.

Dengan tema tantangan Pemuda Hindu ke depan, di hadapan mahasiswa/mahasiswi jurusan PGSD, Wabup Kembang mengingatkan perbedaan Pemuda Hindu dahulu dan sekarang, peralihan pola pikir mengarah pada peralihan pilihan profesi menyebabkan Pemuda Hindu kini jarang bergelut di dunia wiraswasta.

“Anak-anak sekarang banyak yang ingin jadi pegawai, ingin kerja rapi dan bersih, namun jadi bawahan. Beda dengan era bapak dan kakek kalian, meskipun banyak yang petani tapi kenyataannya mampu mengangkat derajat dan pendidikan anak-anaknya,” ujar Kembang.

Menurut Kembang lagi, Pemuda Hindu khususnya sekarang ini harus memiliki pemikiran yang berkembang. Diingatkan generasi muda tidak boleh terpatok oleh apa yang mereka pikirkan dan kerjakan. Generasi muda harus kreatif memanfaatkan ilmu dasar dalam menambah penghasilan.

“Misalnya kalian bisa bikin canangsari, rekam dan kemas dengan menarik lalu unggah di youtube, instagram dan lain lain, didukung soft skill yang baik, kalian bisa memanfaatkan sistem itu untuk meraup keuntungan, generasi muda harus kreatif,” tegas Kembang.

Berbicara tentang menghadapi tantangan masa kini, Wabup Kembang menekankan tentang pentingnya soft skill dan hard skill dalam persaingan dunia kerja.

Lebih jauh menurutnya, keberhasilan seseorang lebih ditentukan oleh soft skill dibandingkan dengan hard skill. “Hard skill tanpa didukung soft skill tidak akan bisa sukses. 80 persen keberhasilan ditentukan oleh soft skill, jadi meskipun adik-adik pintar dalam akademis tapi tidak bisa bekerjasama, tidak bisa berkomunikasi yang baik, tidak gigih, tidak bisa mengatur waktu, maka akan gagal di karir,” ujar Kembang.

Terpenting menurut Kembang, Pemuda Hindu harus awas terhadap ancaman bahaya penyalahgunaan obat-obatan (narkoba). Menurutnya, narkoba adalah bahaya latent yang bersifat borderless (dapat menyerang siapa saja kapan saja).

Baginya, narkoba bukan hanya sebuah bisnis semata, namun sebuah upaya merubah anak bangsa menjadi bangsa yang konsumtif dan pasif.  “Melalui narkoba, negara lain mampu melemahkan negara kita, menyerang generasi muda maka adik-adik selaku generasi muda harus bentengi diri dari serangan narkoba,” tutup Kembang.  (utu)