Kejuaraan Shorinji Kempo HLN Cup Akan Lebih Berbobot Jika Libatkan Kenshi Provinsi Lain

0
213
Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi dan Ketua Umum Perkemi Bali Nyoman Swarjoni Astawa berpose bersama panpel Kejuaraan Kempo HLN Cup 2019. (FOTO: perspectivesnews.com/josy)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Pengprov Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Bali akan mengevaluasi terus Kejuaraan Kempo Hari Listrik Nasional (HLN) Cup yang diselenggarakan PLN Bali terkait perlu tidaknya mengundang kenshi dari provinsi lain bertanding di event tersebut.

Ketua Umum Perkemi Bali, Nyoman Swarjoni Astawa didampingi Waketum Perkemi Bali Fredrik Billy, mengatakan, Kejuaraan Kempo HLN Cup 2019 untuk memberi wadah pada kenshi Bali kategori remaja saja agar mereka tidak jenuh berlatih serta untuk mengetahui kemampuan kenshi remaja itu sendiri.

“Tentu kami akan mengevaluasi perlu tidaknya mengundang kenshi remaja dari provinsi lain, terutama yang dekat Bali,” ucap Swarjoni Astawa yang juga GM PLN Bali itu usai pembukaan Kejuaraan Kempo HLN Cup 2019 di GOR Lila Bhuana Denpasar, Sabtu (26/10/2019).

Swarjoni Astawa menambahkan, kejuaraan ini diselenggarakan dalam rangka Hari Listrik Nasional, yang jatuh pada tanggal 27 Oktober.  Menurutnya, pembinaan kenshi di Bali perlu dilakukan berjenjang dimana dari kejuaraan ini nantinya lahir kenshi-kenshi Bali yang menjadi pelapis para seniornya.

Bagi Perkemi Bali, lanjut dia, hasil kejuaraan HLN Cup 2019 ini nantinya menjadi acuan mengirim kenshi wakil Bali ke kejurnas tingkat remaja, maupun kejuaraan tingkat nasional lainnya, baik yang digelar PB Perkemi maupun Pengprov Perkemi di Indonesia.

“jadi event ini merupakan kesempatan bagi kenshi remaja di Bali untuk  mengukur seberapa jauh hasil latihan mereka selama ini. Mereka juga mendapat pengalaman bertanding sehingga dari sisi mental kenshi remaja kita lebih siap, termasuk juga bagaimana menghadapi lawan tentu akan lebih mahir,” ujarnya.

Sementara Wakil Ketua Umum Perkemi Bali, Fredrik Billy mengatakan, Kejuaraan Kempo HLN Cup di tahun mendatang kemungkinan akan mengundang kenshi dari Nusa Tenggara Barat dan Jawa Timur, terutama kabupaten yang dekat dengan Bali.

“Tahun ini kebetulan ada kenshi dari Tuban, Jawa Timur sebanyak 7 orang sedang TC di Bali, mereka tertarik untuk ikut bertanding, ya kami beri kesempatan sekaligus juga untuk mengukur kemampuan kenshi-kenshi remaja Bali,” ujar Billy yang juga Bidang Hukum dan Etika KONI Bali itu.

Kejuaraan yang berlangsung dua hari ini, kata Billy, diikuti seluruh Pengkab dan Pengkot Perkemi se-Bali dengan jumlah peserta sebanyak 220 kenshi remaja dengan mempertandingkan 27 nomor embu remaja.(jos)