Pemkab Jembrana Bantu KK Miskin di Pendem

0
143
Kadis PMD bersama Kadis Sosial Made Dwipayana menyerahkan sembako yang diterima langsung Ni Ketut Rasi.

Jembrana, PERSPECTIVESNEWS – Salah seorang warga yang tinggal di Lingkungan Pancardawa Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, Ni Ketut Rasi (60)  namanya sempat  muncul di pemberitaan media gara-gara namanya tidak masuk dalam daftar KK miskin/buku merah.

Bahlan dirinya tidak terdaftar sebagai penerima PKH apalagi mendapat bantuan bedah rumah. Hal itu kemudian mendapat prhatian dari pemerintah daerah, turun langsung Kadis PMD Jembrana I Gede Sujana, Kadis Sosial I Made Agus Dwipayana, Camat Jembrana Leo Agus Jaya serta lurah/Kaling setempat. Dari penelusuran dibawah, informasi bahwa Ni Ketut Rasi KK miskin yang belum masuk KK merah tidaklah benar.

Kehadiran rombongan di lokasi diterima secara kekeluargaan oleh Ni Ketut Rasi bersama adik kandungnya, I Ketut Panca. Saat dialog berlangsung, Ni Ketut Rasi membenarkan kalau sampai saat ini pihaknya tidak menerima bantuan bedah rumah.

”Semasih suami saya hidup memang petugas sudah mengukur tanah ini bahkan suami saya sudah membeli batu bata dan membongkar tempat untuk pondasi bangunan, katanya tiang (saya) akan diberikan bantuan bedah rumah. Tyang memang warga miskin dan telah terdaftar sebagai KK miskin pada buku merah.Jadi tidak benar kalau belum tercatat,” katanya.

Ketika disinggung kronologis bantuan bedah rumah yang tak kunjung diterimanya, pihaknya mengaku bingung saat suaminya meninggal tahun 2017 lalu.

“Waktu itu jenazah almarhum diajak oleh keluarga ke lingkungan Sawe Rangsasa Kelurahan Dauhwaru kecamatan Jembrana termasuk tyang juga tinggal di sana (Sawe Rangsasa). Sedangkan tanah tyang ini (Pancardawa) memang tyang rencanakan dijual akibat dibelit ekonomi. Karena mau dijual, makanya waktu itu tyang putuskan untuk tidak minta bantuan bedah rumah. Maksudnya biar tidak ada masalah di kemudian hari,“ ujar Rasi yang juga dibenarkan adiknya, Ketut Panca dan Lurah Pendem, Putu Eko Darma Wirawan.

Rasi juga mengaku pemerintah telah memberikan perhatian termasuk pihak-pihak yang peduli dengan dirinya. “Jujur tyang akui kalau bantuan memang kami juga pernah diberikan baik oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana termasuk bantuan-bantuan lain dari masyarakat. Bantuan itu kami gunakan bersama anak, selain untuk penyambung hidup juga untuk keperluan anak sekolah,“ tegasnya.

Sementara Kadis PMD, I Gede Sujana mengaku, kalau bantuan bedah rumah untuk warga miskin, Ni Ketut Rasi akan menjadi prioritas. “Kita lihat nanti sumber-sumber bantuan itu. Untuk bantuan bedah rumah itu kita mempunyai banyak sumber, namun Ni Ketut Rasi ini akan kita prioritaskan,“ ujarnya.

Sujana juga menegaskan, kk miskin Ni Ketut Rasi bukan tidak terdaftar di buku merah atau tidak pernah tersentuh bantuan. “Dia (Ni Ketut Rasi) sebagaimana dikabarkan warga miskin ini tidak terdaftar di buku merah yang notabena tidak pernah menerima bantuan. Itu tidak benar. Yang sesungguhnya adalah, Ni Ketut Rasi sudah dipastikan akan menerima bedah rumah sebelum suaminya meninggal tahun 2017 lalu, bahkan material berupa batu bata dan lokasi bangunan sudah dirancang. Persoalan kenapa sampai saat ini belum diterimanya, itu semata-mata tanah yang ditempatinya ini saat itu direncanakan untuk di jual. Oleh sebab itu sesuai ketentuan makanya bantuan untuk Ni Ketut Rasi dipending.

Sebelum meninggalkan rumah Ni Ketut Rasi, Kadis Sosial, Made Dwipayana dan Kadis PMD menyerahkan sembako yang diterima langsung oleh Ni Ketut Rasi di rumah yang sangat sederhana itu,“ pungkasnya.(utu)