Wagub Cok Ace Paparkan Pengembangan Pariwisata Bali pada Peserta Global Network Week Universitas Indonesia

0
115
Wagub Cok Ace bersama mahasiswa peserta Global Network Week Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, di Gedung Wiswasabha Utama Kantor Gubernur Bali. (FOTO: Humas Pemprov Bali)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menjadi pembicara dalam kegiatan Global Network Week Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, di Gedung Wiswasabha Utama Kantor Gubernur Bali, Rabu (16/10/2019).

Dalam paparannya di hadapan 65 peserta, Wagub yang akrab disapa Cok Ace menyampaikan sebagai daerah tujuan pariwisata dunia, Pemprov Bali terus berupaya meningkatkan kualitas serta layanan pariwisata baik  dengan melakukan pembangunan infrastruktur serta pengembangan sarana penunjang pariwisata lainnya.

Tidak hanya itu, dalam upaya mewujudkan pariwisata berkelanjutan, Pemprov Bali juga mengeluarkan sejumlah payung hukum sebagai upaya perlindungan terhadap budaya, adat serta alam Bali. Regulasi berupa Pergub dan Perda di antaranya Pergub  Penggunaan Pakaian Adat dan Aksara Bali, Pergub tentang Sampah Plastik, Pergub Perlindungan  Tari  Sakral hingga Perda Desa Adat merupakan salah satu upaya nyata  menjaga alam serta adat dan budaya, yang merupakan rohnya  pariwisata Bali.

“Pariwisata kita adalah pariwisata budaya, untuk itu kita terus berupaya bagaimana kita menjaga daya tarik ini agar tetap bertahan di tengah berkembangnya destinasi pariwisata baru di daerah lainnya,” imbuhnya.

Wagub mengatakan, dari tahun 2015 hingga 2018 jumlah kunjungan wisatawan ke Bali terus mengalami peningkatan bahkan Bali berkontribusi lebih dari 42 persen dari total kunjungan wisatawan ke Indonesia. Tidak terhenti di situ, sejak 2015  beberapa destinasi wisata serta tarian Bali telah mendapat pengakuan dunia seperti Subak Jatiluwih dan Pura Taman Ayun telah menjadi World Heritage Sites dan  9 tarian Bali di antaranya Tari Barong, Tari Legong Keraton, Tari Joged Bungbung telah diakui oleh UNESCO.

“Ke depan pariwisata Bali akan terus kami tata sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Dengan konsep Padma Bhuana masing masing daerah akan dikembangkan sesuai dengan karakteristik yang dimiliki sehingga daerah satu dengan lainnya akan saling melengkapi. Kita akan bangun Bali secara menyeluruh dalam satu-kesatuan wilayah untuk mewujudkan pembangunan pariwisata Bali berkelanjutan,” tuturnya.

Sementara Wakil Direktur Program S2 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Yeshika Alversia menyampaikan kunjungan mereka ke Bali serangkaian Global Network Week tidak terlepas dari ikon Bali sebagai destinasi pariwisata dunia.

Dalam kunjungan selama tiga hari ini pihaknya melakukan serangkaian  diskusi terkait upaya pengembangan pariwisata berkelanjutan di Bali dengan stakeholder terkait dan mengunjungi salah satu Desa Wisata di Bali yaitu Desa Penglipuran Bangli.(ari)