Sebagian Besar Masyarakat Bali Tidak Pernah Berkunjung ke Tenaga Medis Gigi

0
136
Murid-murid SD Saraswati Denpasar saat mengikuti Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) di Unmas Denpasar.

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati (FKG Unmas) Denpasar, Dr. drg. Dewa Made Wedagama, Sp. KG, menyebut sebanyak 95,7 persen masyarakat Bali tidak pernah berkunjung ke tenaga medis gigi.

“Akibatnya, permasalahan gigi dan mulut di Bali sedikit melebihi rata-rata nasional, yaitu sebesar 58,4 persen,” ucap Dr. drg. Dewa Made Wedagama dalam acara Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar, Senin (14/10/2019).

Dikatakannya, kebiasaan merawat kesehatan gigi dan mulut merupakan tanggung jawab bersama yang masih perlu dibenahi. Khusus di Bali, lanjut dia, Riskesdas 2018 menunjukkan baru 5,3 persen masyarakat menyikat gigi pada waktu yang tepat yaitu dua kali sehari setelah sarapan dan sebelum tidur.

BKGN 2019 Bali, kata Wedagama, menjadi momen tepat bagi masyarakat untuk memulai kebiasaan baik merawat kesehatan gigi dan mulut. Selama tiga hari (14-16 Oktober 2019), para dokter gigi berpengalaman RSGM dan mahasiswa FKG Unmas Denpasar memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut.

BKGN 2019 akan digelar di 24 Fakultas Kedokteran Gigi dan 40 cabang PDGI di berbagai wilayah Indonesia hingga Desember mendatang, program ini memiliki target akan menjangkau 64.000 orang.

Sementara Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Unilever Indonesia Foundation, Drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc., menuturkan, gigi berlubang masih menjadi masalah besar di Indonesia, buktinya hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan 88,8 persen masyarakat Indonesia memiliki masalah gigi berlubang, bahkan permasalahan ini juga dialami oleh 92,6 persen anak Indonesia berumur 5 tahun.

“Hal ini tentunya sangat memprihatinkan, mengingat kondisi gigi susu sangat memengaruhi kondisi dan struktur gigi permanen di masa mendatang,” ujarnya.

Mirah mengajak masyarakat Bali, khususnya di Kota Denpasar dan sekitarnya untuk berpartisipasi sehingga dapat bersama-sama membuat ‘Indonesia Tersenyum’ dengan lebih sehat.

Diketahui, selama sembilan tahun BGKN telah memberi manfaat kepada 250.000 masyarakat Indonesia. Berkat kolaborasi Pepsodent dengan lebih dari 100 PDGI Cabang dan 23 Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) di seluruh Indonesia, 14.250 dokter gigi dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi juga ikut terlibat di sepanjang pelaksanaan BKGN.(ari)