Jangan Buat Masalah, Suwandi Sebut Laksmi Ketua TI Denpasar yang Sah

0
443
Ketut Suwandi

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Pelaksana Harian (Plh) Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Bali, I Ketut Sugiartha mengeluarkan SK No.002/Plh. Pengprov TI Bali/X/2019 tertanggal 7 Oktober 2019 tentang pencabutan skorsing dan pemulihan nama baik para pengurus, pelatih, wasit, atlet dan orangtua atlet taekwondo Indonesia Kota Denpasar.

Dengan keluarnya SK tersebut, mantan Ketua TI Denpasar AA Suryawan Wiranata memproklamirkan dirinya adalah Ketua TI Denpasar. Padahal, Suryawan sudah diganti oleh dokter Laksmi Duarsa melalui Muskot TI Denpasar, 5 November 2017 silam.

Saat hendak dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Plh Ketua Umum TI Bali, I Ketut Sugiartha, buru-buru meninggalkan KONI Bali. “Maaf saya buru-buru karena ada janji,” ucap Sugiartha saat dicegat sejumlah wartawan seusai beraudiensi ke KONI Bali, Kamis (10/10/2019).

 Secara terpisah, Ketua Umum KONI Bali, Ketut Suwandi mengajak kepada TI Bali agar lebih fokus melakukan pembinaan organisasi,  dan menunjukkan kepada masyarakat bahwa TI Bali mampu meraih prestasi.

“Bukan sebaliknya, membuat masalah terus menerus sehingga menjadi ramai di masyarakat. Walau masalah itu sifatnya kecil, namun mari kita berfikir sesuai asas keolahragaan, yakni persaudaraan, kekeluargaan, dan persatuan,” ucap Suwandi didampingi Sekum KONI Bali, IGN Oka Darmawan.

Tanpa mencampuri urusan internal TI Kota Denpasar, Suwandi mengatakan Muskot TI Kota Denpasar digelar pada November 2017 silam, karena organisasi ini vakum. Suwandi mengajak semua pihak menghormati hasil Muskot TI Denpasar yang memilih dokter Laksmi Duarsa sebagai ketua umum.

“Janganlah saling mendendam, saling mendongkel. Jangan yang kecil menjadi masalah besar, mari hemat energi dan dipakai untuk bekerja bagaimana TI bisa betul-betul membuat suatu hal prestasi,” ujar Suwandi.

Soal pencabutan skorsing dan pemulihan nama baik para pengurus, pelatih, wasit, atlet dan orangtua atlet taekwondo Indonesia Kota Denpasar oleh Plh Ketum TI Bali, Suwandi mengatakan tidak dicabut pun tidak masalah karena per tanggal 10 Oktober 2019 skorsing selama tiga tahun itu sudah selesai. “jadi, tanpa dikeluarkannya SK oleh Plh, tidak ada masalah karena otomatis per tanggal 10 Oktober 2019 masa skorsing sudah habis,” imbuhnya.

Suwandi mengajak insan taekwondo Indonesia Bali tidak perlu buang energi dengan saling dongkel satu sama lain. Tetapi, mari tatap masa depan yang lebih baik membangun taekwondo dengan kekuatan yang kita miliki. Sebab, lanjut Suwandi, KONI Bali ingin taekwondo di Bali menjadi besar dan karenanya jangan gontok-gontokan.

Suwandi mengingatkan Plh Ketua Umum TI Bali, masa waktunya hanya enam bulan dan mungkin masih tersisa lima bulan, yang salah satu tugasnya menyiapkan Musprov TI Bali. Kalaupun masih ada ganjalan, menurut Suwandi hendaknya disampaikan kepada induk organisasinya di Jakarta sehingga berbagai pihak bisa duduk bersama.

“KONI Bali kalau nantinya diminta untuk menyelesaikan persoalan yang mungkin terjadi di TI Bali, siap saja. Asalkan ada mandat dari PB TI. Dengan duduk bersama dan musyawarah, saya percaya bisa didapat jalan keluar terbaik,” demikian Suwandi.(git)