Majukan Pariwisata Nusa Penida, Gubernur Koster Genjot Pembangunan Infrastruktur

0
125
Gubernur Koster didampingi istri, Ny. Putri Suastini Koster saat membuka Nusa Penida Festival Bali 2019 di Pantai Banjar Nyuh, Nusa Penida, Minggu (6/10/2019) dengan memukul kulkul. (FOTO: Biro Humas Pemprov Bali)

Klungkung, PERSPECTIVESNEWS – Pulau Nusa Penida di Kabupaten Klungkung begitu kaya akan potensi wisata, namun belum tergarap maksimal akibat minimnya infrastruktur pendukung sebagai daerah tujuan pariwisata. Padahal kawasan ini mulai berkembang dan dilirik sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Bali oleh turis mancanegara.

Menyadari hal itu sejak awal, Wayan Koster setelah dilantik sebagai Gubernur Bali langsung mengambil berbagai langkah strategis untuk menggenjot pembangunan infrastruktur di pulau yang terletak  di seberang timur kawasan wisata Pantai Sanur itu. 

Hal ini terungkap saat Gubernur Koster didampingi istri, Ny. Putri Suastini Koster membuka pelaksanaan Nusa Penida Festival Bali 2019 di Pantai Banjar Nyuh, Nusa Penida, Minggu (6/10/2019). Turut mendampingi pula, Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra.

Di hadapan para undangan dan masyarakat Nusa Penida, Gubernur Koster menyampaikan potensi yang dimiliki Nusa Penida berupa pemandangan alam dan bawah laut serta sejumlah pura yang berpotensi menjadi tujuan wisata religi. Hal ini sangat potensial dikembangkan menjadi sumber pertumbuham ekonomi baru di Bali, khususnya Kabupaten Klungkung.

“Di Nusa Penida banyak pura. Ini bisa dikemas menjadi wisata religi, sehingga dengan kelebihan yang dimiliki daerah ini akan menjadi magnet bagi para wisatawan. Sangat potensial sebagai sumber penghasil PAD baru bagi Klungkung, sehingga akan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ini masa depan Bali, harus tetap dijaga,” ucap Gubernur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini.

Gubernur Wayan Koster (FOTO: Biro Humas Pemprov Bali)

Sambil berkelakar, Gubernur Koster menyebut jika dirinya pada Pilgub Bali 2018 lalu, cuma meraih 30 persen dukungan suara di Klungkung, dan hanya 25 persen di Nusa Penida. Namun ia menegaskan komitmennya bahwa dukungan politik tak boleh menjadi kendala dalam membangun Bali secara utuh dan menyeluruh sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Walaupun saat pemilihan lalu,  saya kalah di Klungkung, tapi itu bukan alasan dan halangan untuk tetap mencintai masyarakat Nusa Penida. Saya akan tetap membangun seluruh wilayah di Bali. Sebagai bentuk dukungan Pemprov atas pembangunan di Klungkung, dalam waktu dekat akan segera dilaksanakan beberapa pembangunan infrastruktur yang akan menunjang pengembangan daerah ini,” tegasnya.

Ketegasan komitmen itu telah dibuktikan langsung dirinya usai dilantik sebagai Gubernur Bali pada Rabu, 5 September 2018 lalu di Jakarta oleh Presiden Joko Widodo, dengan mengajak Bupati Klungkung Nyoman Suwirta bertemu Presiden di Jakarta untuk membahas sejumlah pembangunan infrastruktur di Nusa Penida.

Kebutuhan infrastruktur penyeberangan dari-menuju Nusa Penida dan Nusa Lembongan, menurut Gubernur Koster mutlak diperlukan jika melihat kondisi penyeberangan yang ada saat ini.   Pembangunan ini untuk menunjang kepentingan masyarakat agar Nusa Penida mudah dijangkau utamanya saat pelaksanaan upacara di Pura Dalem Nusa Ped. Sehingga pemedek dari luar gampang tangkil, masyarakat asli lebih gampang mobilisasi kalau mau keluar dan pulang, serta terpenting layanan pariwisata.(ari)