Gaet Wisatawan Eropa, Pemprov Bali Genjot Pembangunan Infrastruktur dan Kebersihan Lingkungan

0
103
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artana Ardhana Sukawati (Cok Ace) dan Konsul Kehormatan Swis untuk Bali, Gerhard L Nutz. (FOTO: Biro Humas Pemprov Bali)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Saat ini diketahui jumlah kunjungan wisatwan Eropa ke Bali kian menurun. Untuk itu Pemerintah Provinsi Bali tengah berupaya genjot infrastruktur dan pengelolaan sampah demi kenyamanan masyarakat dan wisatawan.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artana Ardhana Sukawati (Cok Ace) saat bertemu Konsul Kehormatan Swis untuk Bali, Gerhard L Nutz di ruang kerjanya, Denpasar, Senin (1/10/2019).

Wagub Cok Ace menyampaikan, Pemprov Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster telah menyiapkan master plan pembangunan Bali semesta berencana, yang isinya tidak hanya membangun bumi Bali namun juga manusia dan alamnya sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. “Hal itu tentu saja hasilnya tidak bisa kita lihat secara instans, namun bertahap kita akan menuju ke sana,” jelasnya.

Salah satu fokus visi tersebut adalah pembangunan di bidang pariwisata. Selain upaya pelestarian adat dan budaya melalui penggunaan busana adat serta bahasa dan aksara Bali, pemerintah saat ini tengah gencar-gencarnya membangun infrastruktur dan kebersihan lingkungan melalui program Bali Resik serta pembatasan timbulan sampah plastik. Hal itu tentu saja bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan dan mempermudah mengakses tempat-tempat wisata.

Dalam kesempatan itu, Wagub Cok Ace juga mengapresiasi langkah negara maju yang sangat baik mengelola sampah. Dengan pajak yang dibayar oleh masyarakat, negara-negara maju tersebut berhasil mengolah dan memilah sampah. Akan tetapi, Wagub Cok Ace mengaku tidak ingin mengadopsi secara penuh sistem itu.

“Kami juga ingin mengembangkan sistem gotong royong dan menyama braya yang sudah menjadi warisan kita di Bali,” imbuhnya.

 Konsul Gerhard L Nutz menyatakan, promosi pariwisata ke Bali sudah semakin jarang ditemui di negara-negara Eropa. Hal itu bisa dilihat dari menurunnya jumlah wisatwan Eropa ke Bali tahun ini terutama pada high season di bulan Juli-Agustus. “Untuk itu promosi harus digencarkan lagi,” pintanya.

Apalagi menurutnya, saat ini wisatawan Eropa tengah beralih ke negara Sri Lanka atau Vietnam. “Kedua negara tersebut semakin naik daun karena mempunyai jarak tempuh hanya delapan jam menggunakan pesawat. “Selain juga negara tersebut mempunyai bentang alam yang indah seperti Bali serta kebudayaan yang unik,” jelasnya.(ari)