Bupati Artha Siapkan Kompetensi Perbekel Jelang Mereka Dilantik

0
116
Bupati Artha saat menyerahkan bantuan sembako bagi warga kurang mampu di Kecamatan Negara dalam kegiatan arisan rutin pejabat Pemkab Jembrana, Minggu (29/9/2019) di Pantai Baluk Rening.

Jembrna, PERSPECTIVESNEWS – Hasil pemilihan perbekel (pilkel)  serentak di Jembrana, Senin (23/9/2019) lalu, menetapkan 35 perbekel terpilih masa bhakti 2019-2025. Enam perbekel di antaranya  tercatat berstatus newcomer atau perbekel yang baru pertama kalinya menjabat.

Guna memastikan perbekel mampu melaksanakan tata pemerintahan serta tugasnya dengan baik, Bupati Jembrana, I Putu Artha  meminta Dinas PMD memberikan  materi pelatihan dan pembinaan kepada para perbekel  (kepala desa).

Bupati Artha mengatakan, pelatihan itu agar mereka bisa langsung bekerja usai dilantik,  tidak ada keragu-raguan lagi dalam menjalankan berbagai program kerja yang telah disiapkan.

“Pelatihan jelang dilantik khususnya bagi mereka yang baru, sangat penting. Agar mereka paham gambaran tugas yang akan diemban serta berbagai aturan maupun regulasi mengingat beban serta tanggung jawab perbekel makin berat,“ ujar Bupati Artha usai pelaksanaan arisan rutin pejabat di Pantai Baluk Rening Negara, Minggu (29/9/2019).

Artha menyebut saat ini peran perbekel sangat strategis dilihat besaran anggaran yang dialokasikan ke desa.  Mereka juga dituntut  mampu    mengelola potensi daerahnya. Selain dari Pemerintah Pusat dengan  dana desa, alokasi anggaran juga dikucurkan Pemerintah Daerah melalui ADD, bagi hasil pajak serta pendapatan lainnya.

“Jangan sampai anggaran yang begitu besar itu sia-sia karena keragu-raguan perbekel mengeksekusi  program. Selain  dukungan internal, siapkan juga tim dari luar untuk membimbing mereka.  Pembinaan dan pengawasan ini menjadi tugas Pemkab agar seluruh perbekel  tahu arah demi mewujudkan  pemerintahan desa yang akuntabel, transparan,“ pinta Artha di hadapan puluhan pejabat eselon II dan III Pemkab Jembrana.

Bupati asal Melaya ini juga  berharap pelatihan nanti memberikan pemahaman tentang hak dan kewajiban kepala desa dan  bagaimana membangun sinergitas dengan organisasi perangkat daerah (OPD) maupun dengan sesama perangkat desa.

Permintaan bupati tersebut  tersebut direspons positif Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa I Gede Sujana. Ia mengucapkan terima kasih atas masukan bupati sebagai bentuk perhatian terhadap pemerintahan desa.

“Kita segera tindaklanjuti masukan bupati dengan jadwalkan pelatihan sebelum mereka dilantik tanggal 6 Desember nanti. Tujuannya   untuk meningkatkan kapasitas serta kapabilitas perbekel. Tidak hanya bagi yang baru menjabat, tapi juga pejabat sebelumnya. Materinya nanti  seputar tata kelola keuangan desa, teknik penyusunan RPJMDes serta APBDes, “ ungkap Sujana.(utu)