Discovery Shopping Mal Gelar Simulasi Bencana Gempa Bumi dan Ancaman Tsunami

0
336
Pelatihan simulasi bencana gempa bumi dan ancaman tsunami di DSM Kuta.

Kuta, PERSPECTIVESNEWS-  Manajemen Discovery Shopping Mal (DSM) menggelar simulasi dan pelatihan bencana gempa bumi dan ancaman tsunami. Hal ini penting dilakukan mengingat Bali berada dalam ring of fire (dikelilingi gunung berapi aktif) yang berpotensi menimbulkan bencana tersebut.

General Manager DSM Gustaf Riandory mengungkapkan, karena berpotensi timbulnya bencana tersebut maka manajemen DSM memandang perlu dilakukan pelatihan agar seluruh staf dan manajemen benar-benar siap ketika bencana itu benar terjadi.

“Tentunya kita tidak ingin terjadi adanya bencana namun sangat penting dilakukan kesiapan untuk mengantisipasi kemungkinan bencana itu terjadi,” ujar  Gustaf di sela pelatihan yang dilakukan di arena parkir DSM, Kuta, Jumat (27/9/2019).

Sebagai salah satu tempat belanja favorit di Kuta, DSM tidak ingin mengabaikan keselamatan seluruh staf, manajemen bahkan para pengunjungnya. “Itu sebabnya  ERT (Emergency Response Team) dari DSM maupun Discovery Kartika Plaza Hotel memiliki kesiapan mental atau SOP (Standar Operasional Prosedur) bila terjadi bencana sehingga bisa menekan jumlah korban akibat bencana,” sebut Gustaf lagi.  

 

Gustaf Riandory (kanan) dan K. Suwana.

Menurut Gustaf, pelatihan penanggulangan kebencanaan ini rutin dilakukan setiap tahun dengan tema berbeda. Untuk tahun 2019 ini sudah dilakukan dua kali. “Untuk tahun ini kami sudah tiga kali melakukan pelatihan. Yang pertama, penanggulangan bahaya kebakaran, kedua, tanggap darurat  huru hara dan ketiga adalah bencana gempa bumi dan tsunami,” papar GM Gustaf.

Gustaf Riandory juga sepakat jika setiap komponen pariwisata  melakukan pelatihan yang sama karena keselamatan kerja tidak sebatas untuk para staf dan manajemen saja tetapi lebih penting adalah para pengunjung/tamu.

Lurah Kuta, K Suwana yang juga hadir dalam pelatihan menambahkan, pihaknya akan mengumpulkan semua para security komponen pariwisata di Kuta untuk menyosialisasikan pelatihan tanggap darurat bencana di tempat kerja masing-masing (hotel, restoran, mal, dll).

“Ke depan, kami akan kumpulkan semua security komponen pariwisata untuk memiliki sikap tanggap darurat bila terjadi munculnya bencana bahkan adanya tindak kriminal kepada para tamu di wilayah kami,” tegasnya. 

Untuk pelatihan dan simulasi, DSM Kuta bekerjasama dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Badung. Pelatihan berlangsung selama kurang lebih dua jam dari pkl 08.00 – 10.00 Wita dengan simulasi bencana gempa bumi berkekuatan 8,8 skala richter (SR) yang berpotensi tsunami. Pelatihan ini dipandu oleh tim BPBD Badung.    (ari)