Kalbe Group Gelar HJ Learning Forum Bertema “Clinic Management Talk” di Era JKN

0
125
Sri Wiyanti Cahya (kiri) dan Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Dr. Daeng M Faqih.

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui anak perusahaan PT Hexpharm Jaya menyelengarakan HJ Learning Forum (HJLF) dengan tema “Clinic Management Talk”, di Denpasar, Minggu (15/9/2019).

Acara ini dihadiri lebih dari 200 dokter umum dan spesialis dari wilayah Bali, didukung Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Bali. Kegiatan edukasi dibuka oleh Dr. Fery Rahman, MKM, selaku Ketua Panitia HJ Learning Forum dan Group Brand Manager PT Hexpharm Jaya, Sri Wiyanti Cahya.

Tampil sebagai pembicara adalah dr. Yudi Putra membahas bagaimana manajemen klinik di Era BPJS dan dr. Kadek Iwan Darmawan, M.PH, membahas akreditasi klinik di era BPJS.

HJ Learning Forum tahun ini merupakan tahun ketiga dengan target pelaksanaan di delapan kota, antara lain Yogyakarta, Padang, Balikpapan, Denpasar, Semarang, Jambi, dan Jakarta.

“HJ Learning Forum ini dilakukan dengan tujuan agar para dokter dapat memahami manajemen klinik terutama klinik pratama agar dapat mendukung program pemerintah (BPJS),” ujar Group Brand Manager PT Hexpharm Jaya, Sri Wiyanti Cahya.

“Kami melaksanakan program edukasi bagi para dokter untuk mendapatkan wawasan dan informasi terbaru mengenai Risk Management Cardiometabolic beserta penatalaksanaan dislipidemia dengan terapi golongan statin. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Kalbe dalam meningkatkan Indonesia yang lebih sehat sesuai dengan misi Kalbe,” lanjut Sri.

Layanan primer yang berkembang sedemikian pesat sejalan dengan adanya Program Pemerintah. UU No. 24 Tahun 2011 tentang warga negara Indonesia dan warga asing yang sudah berdiam di Indonesia selama minimal enam bulan wajib menjadi anggota BPJS.

Sehingga di tahun 2019 mendatang, setiap warga Indonesia wajib memiliki BPJS, oleh karena itu ketersediaan Faskes I dibutuhkan seiring dengan peningkatan jumlah peserta BPJS. Hal ini perlu diperhatikan klinik sebagai Faskes I adalah Ketersediaan sarana dan prasarana, aspek penanganan yang praktis, cepat dan mumpuni.

Sementara Asisten Deputy Monitoring & Evaluasi BPJS Bali Nusra, dr. Nyoman Wiwiek Yuliadewi, mengatakan  Program BPJS mendapat respon cukup positif dari masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya peserta BPJS yang semakin banyak dipenuhi oleh pekerja swasta, sehingga pola pelayanan klinik yang menyajikan layanan 24 jam merupakan pilihan masa depan peserta BPJS.

“Para dokter perlu dibekali kemampuan manajemen klinik agar mampu mengelola klinik. Selama ini dokter dilatih untuk menangani kasus klinik tetapi bukan mengelola secara organisasi klinik. Ini merupakan tantangan dokter untuk sukses di Era BPJS, tambah dr. Yudi Putra selaku narasumber.

Beberapa narasumber lain dalam HJ Learning Forum di antaranya Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Dr. Daeng M Faqih, dan PD KEMD, Finasim Dr. dr. Wira Gotera. Forum ini diharapkan menjadi sarana pertemuan dalam berbagi ilmu dan pengalaman mengenai klinik dan pengetahuan medis.(ari)