Lan Ancam Laporkan Ketua KONI Badung ke Polisi karena Diduga Menyebar Fitnah

0
129
AA Lan Ananda

Tabanan, PERSPECTIVESNEWS – Mantan Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Bali, AA Lan Ananda mengaku segera melaporkan pihak-pihak yang telah mencemarkan nama baiknya dan menyebar berita diduga bohong, terkait adanya ancaman terhadap salah seorang taekwondo Badung Mohammad Abdurahman Wahyu, seperti diberitakan sejumlah media edisi Rabu (11/9/2019).

Ditemui kemarin, Lan Ananda mengatakan jika benar ada ancaman terhadap atlet Wahyu yang akhirnya oleh Dewan Hakim Porprov Bali XIV/2019 diperbolehkan bertanding di ajang porprov, sebaiknya lapor ke polisi.

“Di berita ini (sambil menunjukkan sejumlah koran,red) seolah-olah ada korelasi ancaman terhadap Wahyu dengan penggantian saya sebagai ketua umum. Jelas saya keberatan dong,” kata Lan Ananda.

Sebelumnya, Ketua KONI Badung Made Nariana memberikan pernyataan kepada media mengenai ancaman pembunuhan kepada taekwondoinnya, Mohammad Abdurahman Wahyu. Nariana menjelaskan bahwa Wahyu dihubungi oleh oknum yang tidak dikenal melalui sambungan telepon mengenai ancaman pembunuhan tersebut.

Ancaman pembunuhan ini juga dikaitkan dengan pemberhentian AA Lan Ananda sebagai Ketum TI Bali melalui SK yang dikeluarkan langsung PB TI. Lan Ananda mengaku keberatan dengan pernyataan Nariana tersebut dan akan melaporkan balik pihak-pihak yang mencemarkan nama baiknya.

Lan menuding jika Nariana menyebarkan hoax dan pencemaran nama baik dirinya. “Ini pencemaran nama baik dan pembuatan berita hoax. Sebaiknya Ketua KONI Badung melaporkan kasus ini terlebih dahulu ke pihak kepolisian sehingga tidak ada hoax. Bukannya KONI Badung lebih dulu mengatakan kepada media mengenai masalah ini dan dikait-kaitkan dengan penggantian saya sebagai Ketum TI Bali,” tegasnya.

Mengenai masalah ini, Lan Ananda langsung “menantang” Nariana untuk melaporkan kepada pihak kepolisian. “Saya mewajibkan Ketua KONI Badung untuk melaporkan kepada pihak kepolisian sehingga siapa sebenarnya yang melakukan pengancaman kepada atlet taekwondo Badung tersebut,” imbuhnya.

Bahkan dengan tegas Lan Ananda mengatakan bila pihak KONI Badung tidak melaporkan ancaman pembunuhan tersebut kepada pihak berwajib sampai Porprov XIV/2019, Tabanan usai, maka dia tidak segan akan melaporkan balik kepada pihak berwajib dengan dasar UU No. 1 Tahun 1946 Pasal 14 tentang pencemaran nama baik.

“Jika tidak melaporkannya kepada pihak kepolisian sampai selesai Porprov, maka saya akan melaporkan balik Ketua KONI Badung karena ini menjadi salah satu indikasi hoax dan bagian dari pembunuhan karakter. Saya berikan batas waktu hingga tujuh hari setelah pelaksanaan Porprov. Jujur ini adalah pembunuhan karakter,” bebernya.

Bagi Lan Ananda, apa yang dilakukan Nariana tersebut salah. “Saya sesalkan kenapa Pak Nariana harus membuat pernyataan seperti itu? Harusnya laporkan dulu ke polisi dan lindungi dulu atletnya. Saya sangat menyayangkan kenapa kasus ancaman ini dihubungkan dengan pergantian Ketum Pengprov TI Bali. Tidak ada urusannya atlet dengan Pengprov. Tidak ada sama sekali,” pungkasnya.(git)