Kontribusi Gojek Rp 55 T untuk Perekonomian Nasional

0
440
Michael Reza Say

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Sepanjang tahun 2018 lalu Gojek secara nasional telah memberikan kontribusi pada perekonomian Indonesia senilai Rp 55 triliun. Dari jumlah itu, 80 persen didominasi oleh usaha mikro kecil menengah (UMKM).

“Bayangkan jika di Indonesia ada 1.000 lagi seperti Gojek, maka ekonomi Indonesia topangannya sangat luar biasa,” ucap Vice President  Corporate Affairs Gojek, Michael Reza Say ditemui di sela Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Ignite The Nation di GOR Lila Bhuana Denpasar, Sabtu (7/9/2019) lalu.

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Ignite The Nation merupakan program nasional diselenggarakan Kementerian Kominfo, yang pembukaannya dilaksanakan pada 18 Agustus 2019 lalu di Jakarta dan dihadiri Presiden serta sejumlah menteri. Dari Jakarta, program ini dilanjutkan di sejumlah kota di Indonesia termasuk Denpasar.

Michael Reza Say mengatakan, di Indonesia saat ini terdapat lebih dari 300 ribu UMKM yang tergabung dalam ekosistem Gojek melalui merchant Gofood dan Gopay. Jumlah itu belum termasuk mitra Gojek yang jumlahnya di seluruh Indonesia 1,7 juta, sebagian besar adalah driver roda dua.

Reza berharap ke depan makin banyak lagi UMKM bergabung dalam ekosistem Gojek untuk percepatan pertumbuhan ekonomi nasional, dan Gojek sangat mendukung program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital ini.

“Gojek mendukung banget ekonomi digital berkembang lebih baik.  Perkembangan startup saat ini hanya di pusat saja, padahal potensi di luar Jakarta sangat banyak, seperti Denpasar,” ujar Reza.

Gojek sendiri, kata dia, awalnya hanya dari transportasi online namun kini menjadi lebih dari sekedar transportasi online dan menjadi satu ekosistem terintegrasi. Gojek pula, lanjut dia, kini punya 21 layanan dalam fertikal bisnis dan bukan online saja. Hal seperti ini diharapkan nular kepada UMKM di Denpasar, karena Denpasar menjadi market penting Gojek.

Di Bali, kata Reza, saat ini baru terdapat 80 UMKM dan usaha rumahan yang tergabung dalam merchant Gofood. Pihaknya akan berupaya meningkatkan lagi jumlah keterlibatan UMKM dalam merchant Gofood tersebut karena dengan makin banyak UMKM berdaya, maka perekonomian makin cepat tumbuh.

“Potensi UMKM di Bali cukup bagus namun yang tergabung dalam ekosistem digital sangat sedikit. Kami akan push lagi supaya lebih banyak UMKM masuk ke dalam ekosistem digital kami, karena sesungguhnya permasalahan di UMKM adalah menyangkut modal dan pemasaran,” demikian Reza.

Sementara Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra yang hadir dalam Gerakan 1.000 Startup menyambut baik upaya menjadikan generasi muda bersiap menghadapi revolusi industri 4.0. “Ini merupakan kesempatan bagi startup untuk bisa menjadikan usaha yang dimilikinya berkembang,” sebutnya.

Sebab, dalam program ini startup yang dianggap memiliki potensi untuk dikembangkan akan didanai serta ada promotor dan pembimbingnya. “Kalau sudah ada program seperti ini, tentu tidak akan ada lagi kendala dari sisi permodalan. Masalahnya saat ini cuma di minat saja,” ucapnya.

Staff Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Lis Sutjiati mengatakan dengan bergeraknya pelaku UMKM ke pasar digital, ada peluang besar untuk mengembangkan perekonomian Indonesia. Apalagi Indonesia memiliki target besar soal ekonomi digital untuk 2020.(ari)