Dewa Gede Rai, S.Sos., M.Si, Humas Terpopuler di Media Online 2019. “Ini Penilaian Publik”

0
152
Dewa Gede Rai, S.Sos.,M.Si

Dibalik kesahajaannya, terwujud kinerja luar biasa. Penghargaan sebagai ‘Humas Terpopuler di Media Online 2019’ dari Lembaga Riset PR Indonesia, diraih Dewa Gede Rai tak lama setelah delapan bulan mendapat mandat sebagai Kabag Humas dan Protokol Kota Denpasar.

ASN yang telah mengabdi sejak Maret 1992 ini mengaku, apa yang sudah diraih Pemkot Denpasar ini adalah hasil kerja bareng yang kompak dari semua lapisan masyarakat, terutama dukungan penuh dari staf di lingkungan tugasnya di Kehumasan.    

Dewa Rai mengaku bahwa penghargaan tertinggi di bidang Kehumasan yang diraihnya itu semata-mata hasil kerja bersama. “Penghargaan ini adalah pengakuan dan bukan tujuan. Penilaian ditentukan oleh publik/masyarakat Kota Denpasar. Kami hanya berusaha bekerja sebaik-baiknya sesuai tupoksi yang ada,” katanya merendah.

Di balik pembawaannya yang ‘cool’, Pak Dewa mampu mengemban tugas yang seolah tak ada limit waktu itu. Bersinergi dan berkoordinasi adalah kata kunci setiap merancang program sekaligus mengeksekusinya.

Mantan Kabid Komunikasi dan Informasi Publik Dinas Komunikasi  Informatika dan Statistik Kota Denpasar ini mampu bersaing dengan Humas di 500 kabupaten/kota di Indonesia. Dia salah satu dari 10 peraih ‘Humas Terpopuler 2019’.  Hmmm…..keren ya..

Ayah tiga anak ini menuturkan, selama 17 tahun bergelut di bidangnya tak ada keinginan meraih penghargaan. “Saya jalani tugas sebaik-baiknya, soal penghargaan itu publik yang menilai. Pemkot Denpasar selalu merespon cepat apa yang dibutuhkan masyarakat. Kami juga merasakan masyarakat memiliki kepedulian tinggi terhadap program pembangunan Kota Denpasar. Hasilnya bisa dilihat dari beberapa prestasi di tingkat nasional maupun internasional,” sebut pria kelahiran Akah, Klungkung ini.

Dewa Rai (kanan) saat menerima penghargaan di Jakarta.

Tugas Humas, sambung Kabag Dewa Rai adalah menginformasikan dan mempublikasikan semua program pembangunan Pemkot Denpasar  seperti pelayanan publik, kesehatan, infrastruktur, pendidikan, lingkungan dan lain-lain lewat media massa (cetak, elektronik, online, medsos maupun media mainstream).

“Intinya masyarakat mengetahui, memahami dan mengerti sehingga tumbuh kepedulian dan mau berpartisipasi dalam program pembangunan. Dengan begitu, akan mempercepat keinginan pemerintah mewujudkan masyarakat yang sejahtera dalam sebuah kota yang nyaman dan tertata apik,” tuturnya.

Bagi Dewa Rai, penghargaan adalah ‘hasil penilaian’ yang patut disyukuri tetapi sekaligus cambuk untuk bekerja lebih baik lagi. Dirinya sadar tantangan ke depan di bidang kehumasan sungguh berat. Perkembangan teknologi digitalisasi menuju industry 4.0 yang begitu pesat membuat insan media mesti menyesuaikan diri.

“Humas adalah yang terdepan dalam menyikapi tantangan digitalisasi saat ini. Bila tidak, maka akan ditinggalkan,” ujarnya mengingatkan.    (ari)