‘Shell Technology Forum’, Inilah Kesiapan Shell Sambut Revolusi Industri 4.0

0
152

Nusa Dua, PERSPECTIVESNEWS-  Menyambut Revolusi Industri 4.0, Shell Lubricants Indonesia kembali menyelenggarakan ‘Shell Technology Forum’ yang kali ini berlangsung pada 2-4 September 2019 di Nusa Dua, Bali.

Mengangkat  “Operations and Maintenance: The Next Generation”, forum tersebut secara resmi dibuka Achmad Sigit Dwiwahjono, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Republik Indonesia yang didampingi Dian Andyasuri, Direktur Pelumas PT Shell Indonesia di Nusa Dua, Selasa (3/9/2019).

Dalam kesempatan itu, Dian Andyasuri menegaskan, forum yang digelar merupakan bagian dari program Shell Expert Connect, sebuah wadah baru untuk pengembangan inovasi dan kolaborasi yang digagas Shell untuk para pelaku industri.

Di hadapan lebih dari 300 peserta dari pemimpin perusahan, pembuat kebijakan, serta pelaku industri di Indonesia, Dian Andyasuri kembali mengatakan, Shell sebagai salah satu pemasok produk pelumas nomor satu di dunia dengan konsumen di lebih dari 100 negara, komprehensif pada era perubahan ini diperlukan kolaborasi dan inovasi yang berkelanjutan.

“Oleh karena itu, kami menghadirkan ‘Shell Technology Forum’ yang merupakan bagian dari Shell Expert Connect untuk memberikan wawasan mengenai perkembangan industri dan teknologi terbaru,” katanya.

Hal ini tak lepas dari komitmennya untuk terus berkontribusi bagi perkembangan industri dan pembangunan di Indonesia melalui kampanye Shell untuk Indonesia.

Kontribusi Signifikan pada PDB

Sementara itu Achmad Sigit Dwiwahjono menambahkan, , Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian

Republik Indonesia menambahkan, melalui “Making Indonesia 4.0”, Indonesia tengah merevitalisasi sektor industri manufaktur yang sejak beberapa tahun terakhir memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Inovasi memiliki peranan sangat penting dalam perkembangan industri dalam mewujudkan visi dan misi indonesia 4.0. “Saya harap kegiatan seperti ‘Shell Technology Forum’ dapat membantu pengembangan potensi Sumber Daya Manusia unggul ke depan,” katanya.

Tahun ini, topik yang diangkat adalah seputar inovasi industri sebagai solusi dalam mengatasi tantangan energi global dari segi operasional dan pemeliharaan.

Teknologi yang ditawarkan oleh Shell mengedepankan efisiensi energy untuk memperpanjang usia mesin. Pelumas hanya berkontribusi sebesar 1-2% dari total blaya pemeliharaan, namun dengan mengoptimalkan penggunaan pelumas yang tepat di seluruh kegiatan operasional, pelaku bisnis bisa menghemat hingga 30 persen dari keseluruhan biaya operasional, jelas DR. Cameron Watson, GM Shell Global Commercial Technology, China & Asia Pacific.

‘Shell Technology Forum’ kali ini menghadirkan para pakar di bidang industri, teknologi, dan inovasi untuk mengenai teknologi masa kini Industri 4.0.

Turut hadir sebagai pembicara lain Kusmayanto Kadiman, Mantan Menteri Riset dan Teknologi Republik Indonesia; Handry Satriago, CEO GE Indonesia; Made Wahyu Wiratma, President Director INNIO Power Indonesia; Andre Darmidjas, President Director Agrekko Indonesia, serta para pakar teknologi dari jaringan Shell internasional.

Para pembicara ini berbagi pengetahuan dalam berbagai forum diskusi terkait tren industri di masa depan, seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence), teknologi digital pada industri pertambangan, penggunaan biodiesel dengan kadar yang lebih tinggi dan Euro IV, hingga mobilitas masa depan menuju emisi netto nol (net-zero emission).    (ari)