IGA Ayu Gayatri Kusuma Wardhani, S.Ip : ”Menari itu Menjaga Budaya”

0
547
IGA Ayu Gayatri Kusuma Wardhani, S.Ip

Dengan menari berarti turut menjaga kelestarian warisan budaya. Menari juga bisa lebih lagi memperkenalkan kesenian daerah kepada masyarakat luas.

Itulah kalimat yang diutarakan I Gusti Agung (IGA) Ayu Gayatri Kusuma Wardhani, S.Ip saat ditemui Perspectivesnews.com usai tampil menarikan Tari Legong Keraton pada acara Penyineban rangkaian piodalan di Pura Dalem Tegalcangkring, Sabtu lalu.

Anak kedua dari tiga bersaudara IGA Ngurah Diputra, SE., M.Si dengan Jro Padma ini patut berbangga karena bisa ngaturang ayah dalam bentuk tari sebagai implemantasi ungkapan terima kasih dan  rasa syukur kepada Tuhan.

Selain kewajibannya turut melestarikan tradisi seni dan budaya Bali, alumni UGM tahun 2015 yang dikawal Bintang Leo ini mengatakan, sesungguhnya menari memiliki banyak manfaat. Aktivitas ini menjadi ajang olahraga yang menyenangkan baginya. Sebab mampu menjaga suasana hati serta menjaga kelenturan dan kesehatan tubuh.

Terlebih dengan usia yang masih muda, menarikan tarian tradisional yang diiringi tabuhan gamelan mampu meningkatkan memori dan menghilangkan stres.

Bicara soal menari, perempuan yang menyukai warna merah ini mengaku jika kegiatannya menari memang dilakukannya sejak SD. Ini bisa dimaklumi karena generasi melenial Puri Andul Tegalcangkring ini memang keturunan seniman tari.

Saat ditanya tentang Pawai Budaya yang dilaksanakan Pemkab Jembrana serangkaian penutupan HUT Kota Negara ke 124, gadis yang memiliki tinggi badan 160 cm itu mengatakan, kegiatan ini sangat baik diadakan guna memotivasi masyarakat Kota Negara dalam pembangunan dan kebudayaan.

“Yang terpenting Parade Budaya bisa melibatkan masyarakat yang tidak hanya di Jembrana namun di luar Jembrana sebagai simbolik bahwa kita ini NKRI,” ucapnya.

Dikatakan pula, momen parade budaya ini diharapkan mampu menumbuhkan ikatan emosional serta memperdalam rasa bangga sebagai masyarakat Jembrana. Ikatan itu tentu dalam wujud rasa kebersamaan dan sinergitas segenap komponen masyarakat Kabupaten Jembrana dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah, pemberian pelayanan dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

“Dengan demikian Kabupaten Jembrana, Kota Negara dan kehidupan masyarakatnya menjadi semakin baik dan sejahtera,” tuturnya sembari menambahkan ke depan nanti berbagai budaya adiluhung yang dimiliki Jembrana tetap terjaga dan tidak tergerus oleh zaman.    (utu)