Pengurangan Cabor PON 2020 Bikin Atlet “Down”, KONI Se-Indonesia Bersikap

0
130
Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi (tengah) berpose bersama ketua umum KONI seluruh Bali seusai pengibaran bendera kontingen Porprov Bali XIV/2019 Tabanan, Minggu (1/9/2019).

Tabanan, PERSPECTIVESNEWS – Ketua Umum KONI Bali, Ketut Suwandi menegaskan, keputusan Kemenpora dan PB PON XX/2020 Papua mengurangi cabang olahraga yang dipertandingkan dari semula 47 cabor menjadi 37 cabor, membuat mental atlet jatuh (down).

“Sungguh, itu (pengurangan cabor) sangat berpengaruh terhadap atlet secara psikologis, terutama atlet yang sudah ikut Pra-PON dan lolos PON,” kata Suwandi usai pengibaran bendera kontingen Porprov Bali XIV/2019 Tabanan, di GOR Debes Tabanan, Minggu (1/9/2019).

Dampak psikologis tidak saja terhadap atlet Bali, melainkan provinsi lainnya di Indonesia. Karena itulah, lanjut mantan Ketua Umum KONI Badung itu, seluruh KONI Provinsi telah membentuk gugus tugas atau kelompok kerja (working group) di bawah komando KONI DKI Jakarta.

Tugas dari kelompok kerja ini, kata Suwandi, antara lain, nantinya mendesak Kemenpora tetap menggelar cabor sesuai yang diputuskan sejak awal, yakni 47 cabor.

“Kami seluruh ketua KONI se-Indonesia akan melaksanakan rapat di Sumatera Utara dalam waktu dekat untuk membahas keputusan pengurangan cabor itu. Dan kami sebenarnya siap mempertandingkan 10 cabor yang nantinya dikurangi itu, di luar Papua,” ucap Suwandi.

Pengibaran bendera kontingen Porprov Bali 2019

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pemerintah menggelar rapat terbatas di Jakarta beberapa waktu lalu, yang dihadiri juga Gubernur Papua selaku Ketua Umum PB PON XX, Lukas Enembe. Diputuskan dalam ratas itu yakni pengurangan 10 cabor yang dipertandingkan. Hanya saja, belum disebutkan 10 cabor itu apa saja.

Menurut Suwandi, Bali siap menjadi tuan rumah gelaran satu atau dua cabor yang nantinya dicoret tersebut, sepanjang konteksnya tetap merupakan cabor resmi PON XX/2020. Provinsi lainnya, lanjut Suwandi, juga demikian.

“Jadi tetap merupakan cabor PON XX/2020 cuman tidak digelar di Papua karena adanya keterbatasan di provinsi tersebut. Saya kira ini solusi terbaik, dan nantinya saat rapat kelompok kerja akan dipertajam lagi,” ujar Suwandi.

 Menurut dia, memang sementara ini para atlet yang diproyeksikan turun di Pra-PON utamanya yang sudah meraih prestasi di PON masih belum banyak yang tahu soal pengurangan 10 cabor. Tetapi, kata dia, pihaknya pernah berbicara kepada salah satu cabor yang rencananya dikurangi atau dicoret di PON Papua, dan saat diberitahu langsung atlet itu nampak drop bahkan konsentrasi mereka hilang saat diajak bicara.

Suwandi mengakui dengan adanya pengurangan 10 cabor tentu akan berdampak terhadap target perolehan medali emas dan peringkat Bali di ajang PON XX nanti. Sebab, tidak menutup kemungkinan jika yang dicoret itu bukan cabor yang dipertandingkan di Olimpiade dan menjadi andalan Bali mendulang emas.(git)