Bupati Eka: “Kita Upayakan Petani Tabanan Sugih”

0
129
Bupati Eka saat Penanaman Padi Demfarm Penggunaan Pupuk ‘Green Fertilizer’

Tabanan, PERSPECTIVESNEWS-  Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti berkomitmen mempertahankan Tabanan sebagai daerah lumbung pangannya Bali serta menyejahterakan petani di daerahnya.

“Kita upayakan agar petani Tabanan ‘sugih’ (kaya) sesuai dengan visi menggerakkan ekonomi kerakyatan,” ungkap Bupati Eka dalam acara Penanaman Padi Demfarm Penggunaan Pupuk ‘Green Fertilizer’, Rabu (28/8/2019) di Subak Gunggungan, Desa Sesandan, Tabanan.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkab Tabanan melalui inisiasi Bupati Eka, mengkolaborasikan sektor pertanian dengan teknologi, melakukan uji coba Penanaman Padi Demfarm Penggunaan Pupuk ‘Green Fertilizer’ di Subak Gunggungan, Desa Sesandan, Tabanan yang bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi padi bagi petani, sehingga memberikan keuntungan bagi petani di Tabanan.

Selain petani, Bupati Tabanan juga telah melakukan berbagai cara untuk meningkatkan kualitas peternak dan nelayan di Tabanan. Salah satunya, telah menyerahkan 100 ekor bibit kambing unggulan, yakni kambing Boerka kepada kelompok tani ternak yang ada di Desa Sanda, yang bertujuan untuk menjadikan Tabanan sebagai pemasok kambing terbesar di Bali, bahkan di Indonesia.

“Kita pun kemarin sudah menyerahkan 100 ekor kambing di Taman Teknologi Pertanian (TTP) Sanda, karena Tabanan dari 30 TTP yang ada, salah satunya adalah di Tabanan. Kita sudah memilikinya di Tabanan. Oleh karena itu kita harus melek teknologi , pertanian itu tidak boleh hilang. Pertanian itu tetap harus ada, tapi teknologinya itu harus diimbangi. Karena tanpa teknologi kita akan ketinggalan,” ucap Bupati Eka saat membuka kegiatan.

Melalaui proses yang cukup panjang, maka ditetapkan lahan pertanian/sawah seluas 5 Hektar di Subak Gunggungan, Sesandan menjadi lahan uji coba Penanaman Padi Demfarm Penggunaan Pupuk ‘Green Fertilizer’ tersebut.

Para petani di seputaran Subak Gunggungan menyambut gembira inisiasi bupati.

Srikandi asal Tegeh Angseri tersebut berharap dengan adanya Green Fertilizer ini, bisa menigkatkan produksi panen petani yang awalnya mungkin1 hektar bisa menghasilkan 4 – 6 ton padi, dengan adanya sistem ini bisa menghasilkan 10 – 12 ton dan hasil berasnya adalah beras premium bukan beras biasa

“Jadi memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Harapan kita, dengan adanya Green Fertilizer  ini, produksi padi petani meningkat, sehingga petani menjadi ‘sugih’,” tutur Bupati Eka.

Bupati Eka menambahkan, kalau ini nantinya sukses, hasilnya memuaskan, dan bagus. Dirinya menghimbau kepada seluruh pihak terkait di Pemkab Tabanan, mulai sekarang harus memikirkan subsidi dari pupuk tersebut. “Artinya petani jangan dibebankan full (untuk pembelian pupuk), harus diberi subsidi. Tapi sebelum ini sukes, semua harus kerja keras. Dalam artian outputnya harus jangka panjang dan berkelanjutan,” tambahnya.

Nampak juga pada kegiatan tersebut, Kepala Dinas Ketahan Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, Kapolres Tabanan, Dandim 1619 Tabanan, Ketua DPRD Tabanan Sementara, Sekda Kabupaten Tabanan, OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, beserta seluruh jajaran TNI dan Polri yang hadir saat itu.    (hum)