Gunjang Ganjing PON Papua, Bali Minta Segera Tentukan Cabor yang Dipangkas

0
125
Ketut Suwandi

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Penetapan Papua sebagai tuan rumah PON XX tahun 2020 yang sarat muatan politis, telah merugikan semua daerah. Ini terbukti dengan gunjang ganjing yang muncul, dimana setelah Gubernur Papua Lukas Enembe mengikuti rapat terbatas, diputuskan PON tetap digelar 2020 namun waktunya digeser menjadi bulan Oktober, dan cabang olahraga yang dipertandingkan berkurang dari 47 cabor menjadi 37 cabor.

Terkait pengurangan cabor, Ketua Umum KONI Bali, Ketut Suwandi menyatakan sikapnya supaya Kemenpora segera saja memutuskan 10 cabor yang ditiadakan itu. “Menpora tidak secara eksplisit menyebut 10 cabor apa saja yang di PON dikurangi,” Imbuh Suwandi di ruang kerjanya, Kamis (29/8/2019).

Sebagaimana diberitakan, hari Senin (26/8/2019) lalu Gubernur Lukas Enembe selaku Ketua Umum PB PON XX/2020 mengikuti rapat terbatas di Istana Presiden Jakarta, dipimpin Presiden Joko Widodo. Usai ratas, Lukas dan Menpora Imam Nahrawi menggelar jumpa pers, yang menyebutkan PON XX tetap digelar tahun 2020, namun digeser dari September menjadi Oktober, dan cabor dipangkas dari 47 menjadi 37. Hanya saja cabor apa saja yang nantinya tidak jadi dipertandingkan, masih akan dibicarakan lagi.

Ketut Suwandi memrediksi PON XX tahun 2020 di Papua mendatang akan hanya mempertandingkan cabor Olimpiade. Sehingga cabor di luar itu tidak jadi dipertandingkan. Maka, lanjut Suwandi, cabor yang digrounded (dicoret) diperkiraan meliputi balap motor, catur, bridge, gateball, woodball, dansa, selam, cricket, petanque  dan ski air.

Padahal versi Suwandi, dari 10 cabor yang dikurangi itu, sekitar 7-8 cabor memiliki banyak potensi memberikan emas bagi Bali. Dicontohkannya dari cabor petanque, dansa,  cricket, gateball dan woodball.

“Sekitar 12 emas target kami di cabor itu bakal hilang. Ini pekerjaan yang berat untuk mencapai target 30 medali emas yang kami pancang di PON Papua nanti. Sekarang perkiraan hilangnya 15 persen peraihan emas dari target itu menjadi tugas dan beban kami,” ucap Suwandi.

Bahkan, menurut mantan Ketua Umum KONI Badung ini, untuk mencapai 20 medali emas seperti yang diraih Bali pada PON Jawa Barat tahun 2016, bakal sulit direalisasikan di PON Papua.

“Semoga hal itu tidak sampai terjadi. Kalau terjadi, maka setelah informasi resmi maka kami harus berhitung ulang lagi untuk perubahan target nantinya,” kata Suwandi sembari menambahkan, cabor yang kemungkinan dipangkas di PON Papua nanti sebagian sudah menggelar Pra-PON.(git)