Bali United Ingin Tutup Paruh Musim dengan Kemenangan

0
123
Stefano Cugurra dan Dias Angga Putra

Gianyar, PERSPECTIVESNEWS – Bali United menyisakan dua laga di putaran pertama Liga 1. Setelah menjamu Borneo FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, mereka bakal ke kandang Persipura, Minggu (1/9/2019).

Khusus menghadapi Borneo FC, Rabu (28/8/2019) malam ini,  penggawa besutan pelatih kepala Stefano Cugurra itu ingin menuntaskan laga dengan poin penuh. Sejatinya, Bali United sudah dipastikan menjadi juara paruh musim.

“Tapi kami ingin menyempurnakan juara paruh musim itu dengan poin penuh saat menjamu Borneo FC besok (malam nanti,red),” ucap pelatih Bali United yang akrab disapa Teco itu, Selasa (27/8/2019).

Pelatih berpaspor Brazil itu mengatakan, persiapan Bali United fokus di recovery saja. Sementara soal taktik atau strategi, dirinya tidak cukup waktu membahasnya, karena jadwal sangat mepet.

Terkait juara paruh musim yang sudah didapat, Teco menilai hal itu sebagai sebuah motivasi. Tapi, kalau bicara soal peluang juara di akhir musim, ia belum mau berkomentar jauh.

“Liga masih panjang. Kalau peluang juara di akhir musim, masih terlalu awal. Intinya kita harus konsisten dan terus kerja keras di seluruh pertandingan,” tegas Teco.

Absennya Brwa Hekmat Nouri karena akumulasi kartu, juga ditanggapi Teco. Baginya, Nouri memiliki kualitas yang bisa memberikan keseimbangan di tim antara lini belakang, tengah dan depan. Tapi, tanpa mengecilkan pemain yang akan menggantikannya, Teco menyebut siapapun yang dipasang nanti, kualitasnya tidak kalah dengan Nouri.

“Banyak ada pemain yang bisa menggantikan Nouri. Ada Taufiq yang punya mental serta kualitas. Begitu juga Ahmad Agung. Yang jelas, saya tidak mau menyebutkan nama yang akan saya pasang di depan media,” tegas mantan pelatih Persija Jakarta ini.

Sementara itu, bek kanan Bali United, Dias Angga Putra mengatakan siap meredam serangan Borneo FC dari sisi sayap. Pemain yang akhir-akhir ini terus dipasang menjadi pemain reguler ini berhasrat ingin membantu tim meraih kemenangan lagi.

“Setiap tim pasti memiliki pemain dengan kecepatan di atas rata-rata. Dan mereka kebanyakan beroperasi di sektor sayap. Jadi, tugas saya adalah mengehentikannya. Saya sebut satu nama, contohnya Terrens Puhiri. Dia pemain yang berbahaya dan memiliki kecepatan yang bagus,” ucapnya.

Bagi Dias, komunikasi dan disiplin menjadi prinsip yang harus dipegang secara kuat. “Jika ada kesempatan membantu ke depan, pasti saya lakukan,” tutup Dias yang dipertandingan terakhirnya sukses memberi assist kepada Spasojevic saat melawan Arema FC. (git)