Lestarikan Kearifan Lokal, Merpati Terbang Tinggi Bupati Jembrana Cup Kembali Digelar

0
126
Wabup Kembang didampingi Ketua DPRD sementara Ni Made Sri Sutarmi saat membuka Lomba Burung Merpati Terbang Tinggi 2019.

Jembrana, PERSPECTIVESNEWS – Upaya melestarikan tradisi dan kearifan lokal, Pemkab Jembrana kembali menggelar Lomba Burung Merpati Terbang Tinggi Bupati Jembrana Cup 2019, di Taman Pecangakan, Minggu (25/8/2019). Lomba yang memperebutkan piala tetap Bupati Jembrana ini, dibuka  Wakil Bupati I Made Kembang Hartawan bersama ketua sementara DPRD Jembrana, Ni Made Sri Sutarmi ditandai  pelepasan burung merpati ke udara.

 Ketua Panitia, IGN. Komang Grya, mengatakan lomba ini diikuti para seke demen(pecinta) burung merpati di Jembrana. “Kalau lomba yang sekarang (2019) jumlah pesertanya jauh lebih sedikit ketimbang tahun 2018. Ini disebabkan  jadwal perlombaan bersamaan waktunya dengan acara lomba mekepung. Kalau saja tidak bersamaan, pesertanya akan jauh lebih banyak. Saat ini lomba burung merpati terbang tinggi diikuti 180 pasang saja,” ujarnya.

Untuk menentukan juara, Komang Grya menegaskan, semua dewan juri berlaku jujur dan transparan .”Para saye ( juri) kita sudah posisikan di setiap acal-acal (tempat penilaian). Kita siapkan 4 acal-acal, setiap acal-acal diisi 11 orang terdiri dari saye tengah 8 orang, saye tumpeng 2 orang dan saye kemong 1 orang dengan kriteria penilaian meliputi gilik, tajep, buntut, bunter, nyeleseh dan pegat menek,“ tegasnya.

Wakil Bupati I Made Kembang Hartawan mengatakan, Lomba Burung Merpati Terbang Tinggi merupakan salah satu tradisi budaya yang ada di Jembrana. Keunikan tradisi serta nilai-nilai kearifan lokal dalam Lomba Burung Merpati Terbang Tinggi itu, disebut Wabup Kembang, harus senantiasa dijaga salah satunya melalui pelaksanaan lomba kali ini. 

“Keunikan tradisi budaya ini kita harapkan akan memberikan dampak positif bagi pelestarian budaya dan lingkungan alam. Selain itu melalui seke demen burung merpati terbang tinggi ini ke depan bisa memberikan kontribusi positif bagi pengembangan sektor pariwisata. Terlebih lagi Lomba Burung Merpati Terbang Tinggi Bupati Jembrana Cup hari ini bisa langsung dihadiri komunitas pecinta burung merpati Bali, sekaligus mempererat ikatan menyama braya,”sebutnya.

Ia juga berharap  panitia tetap menjaga, mempertahankan tradisi dan ciri khas lokal dalam pelaksanaan lomba.  Seperti penggunaan stop watch menggunakan ceeng (tempurung kelapa) diisi air, alat penilai menggunakan acal-acal dan kulkul (kentongan) serta istilah-itilah lokal lainnya.

“Harus dipertahankan karena keunikannya ada di sana, kendati sebenarnya bisa diganti dengan alat ukur yang lebih modern,” pungkas Kembang Hartawan. (utu)