Pameran Industri Kerajinan Jembrana Ditutup, Catat Transaksi Rp 1,78 Miliar

0
218
Bupati Putu Artha dan Wabup Kembang Hartawan saat meninjau salah satu stan pameran serangkaian HUT Kota Negara ke-124 dan HUT Kemerdekaan RI ke-74

Jembrana, PERSPECTIVESNEWS – Pameran Kerajinan dan Industri Jembrana tahun 2019 resmi ditutup. Pameran yang digelar selama 10 hari di Halaman Parkir Puspem Kantor Bupati  Jembrana membukukan transaksi senilai Rp 1,78 miliar. Nilai itu naik 48 persendari pelaksanaan tahun lalu yang mencatat transaksi senilai Rp 1,2 miliar.

Sejak dibuka oleh Bupati I Putu Artha,  Minggu (11/8/2019), pameran serangkaian HUT Kota Negara ke-124 dan HUT RI ke-74 itu ternyata mendapat sambutan meriah dari warga Jembrana.

“Ya, tahun ini ternyata naiknya signifikan. Ini menggembirakan karena kenaikannya  mencapai 48 persen,“ ucap Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Jembrana, I Komang Agus Adinata, di ruang kerjanya, Rabu (21/8/2019).

Ditambahkan Adinata, peserta pameran tahun ini tidak hanya dari Jembrana, tapi juga   perajin serta  UKMK se-Bali. Total 131 UKMK berpartisipasi dengan 131 stan yang disiapkan.  

“Pantauan kami sejak dibuka, warga masyarakat sangat antusias. Pameran juga menampilkan hasil karya-karya kreatif  masyarakat lokal. Termasuk untuk usaha  kuliner kalau dirata-ratakan dalam setiap harinya transaksi penjualan menembus  Rp 30-43 juta,“ tegasnya.

Bupati Putu Artha mendapat penjelasan dari perajin dupa Bali yang ikut pameran

Meski pameran kerajinan tahun ini dinilai sukses karena peningkatan transaksi, Adinata mengaku akan terus melakukan pembinaan dan evaluasi terhadap para perajin lokal yang ada di Kabupaten Jembrana.

“Kita cukup puas  karena  selama berlangsungnya pameran industri ini berjalan dengan baik, bahkan  ada kenaikan transaksi. Tapi berbagai upaya konkret akan tetap kami lakukan, khususnya pendampingan  kepada perajin,” imbuh dia.

Ia juga menyebut bahwa setelah dievaluasi selama pelaksanaan pameran ternyata perajin terutama untuk di stan pakaian  dan kuliner masih berorientasi menjual saja. Padahal pameran sejatinya sebagai ajang promosi.

Semestinya, kata Adinata,  tiap stan melengkapi identitas jelas, seperti kartu nama atau brosur  terhadap usaha yang dilakoninya. Dengan identitas yang lengkap itu konsumen tidak hanya  akan   bertransaksi saat pameran saja, tapi juga di luar waktu pameran.

Kepada pelaku usaha di Jembrana, ia menekankan pentingnya  berinovasi dan menggiatkan  promosi sehingga mampu bersaing.

“Kita ingin  para pelaku usaha khususnya perajin lokal agar terus berinovasi, menciptakan ide dan gagasan-gagasan dengan tetap memperhatikan bagaimana tren, hingga  ke depan mampu bersaing tidak hanya   di pasar lokal, bahkan juga nasional,“ pungkasnya.(utu)